Polemik komentar nirempati tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien belum reda. Kini media sosial kembali diramaikan unggahan yang menyinggung iuran BPJS Kesehatan dan potongan gaji peserta.
Unggahan tersebut berasal dari akun Nakesindo di Threads. Akun itu menyoroti peserta BPJS Kesehatan yang merasa telah membayar iuran melalui potongan gaji.
>>> Jadwal Mobile Legends GOTF 2026 Hari Ini: Onic Vs DFYG
"Buat yang selalu bilang, BPJS kami bayar, dipotong gaji. Halo...
berapa sih yang dipotong gajimu? Cuma 1 persen.
Artinya gajimu Rp 5 juta cuma dipotong Rp 50 ribu," tulis akun tersebut.
Postingan itu lalu membandingkan nominal Rp 50 ribu dengan biaya makan di kafe.
Disebutkan uang segitu belum tentu cukup untuk makan lima orang, sementara iuran BPJS memberikan perlindungan kesehatan bagi peserta dan keluarganya.
Akun tersebut juga menyinggung biaya pengobatan yang dapat ditanggung BPJS Kesehatan, termasuk cuci darah yang membutuhkan biaya besar.
"Jangan merasa hebat kali gaji dipotong," tulisnya.
Unggahan itu juga menyebut peserta BPJS, baik PBI, pekerja penerima upah, ASN, TNI-Polri maupun pejabat, tetap harus mengikuti prosedur dan aturan pelayanan yang berlaku, termasuk mekanisme rujukan.
Kritik Warganet
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik warganet di Threads dan X. Nada yang digunakan dinilai meremehkan peserta BPJS yang membayar iuran melalui pemotongan gaji.
Kontroversi semakin menjadi perhatian karena muncul saat publik masih menyoroti kasus komentar nirempati sejumlah nakes terhadap pasien di media sosial.
Sejumlah warganet mengingatkan agar diskusi mengenai BPJS Kesehatan tidak justru membenturkan tenaga kesehatan dengan pasien.
Akun @drg. mirza mempertanyakan waktu dan cara penyampaian postingan tersebut.
"Silakan membahas ini, tapi di waktu yang tepat dan TIDAK PERLU ada kalimat yang membenturkan antara medis/nakes dengan pasien.
