Seorang fisikawan bernama Dr. Michael Guillén mengklaim telah menemukan 'lokasi Tuhan' di alam semesta. Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut berada di tepi alam semesta teramati (observable universe).
Menurut Guillén, jarak lokasi yang ia sebut sebagai 'lokasi Tuhan' dengan Bumi diperkirakan mencapai 439 miliar triliun kilometer atau sekitar 46 miliar tahun cahaya.
>>> PSSI Ungkap Rencana Timnas Indonesia Hadapi Tim Piala Dunia
Metafora Kosmologi, Bukan Teologi
Guillén menekankan bahwa klaim ini bukanlah pernyataan teologis, melainkan sebuah metafora. Istilah 'lokasi Tuhan' digunakan untuk membantu menjelaskan konsep kosmologi yang sangat abstrak.
Ia menjelaskan bahwa 'lokasi Tuhan' yang dimaksud adalah batas dari apa yang dapat diamati oleh manusia di alam semesta.
Batas alam semesta teramati ini muncul karena kecepatan cahaya yang terbatas. Sejak Big Bang, cahaya dari wilayah tertentu saja yang berhasil mencapai Bumi.
>>> Lucas Digne Kembali ke PSG Setelah 10 Tahun Merantau
Namun, karena alam semesta terus mengembang, objek-objek tersebut kini berada jauh melampaui jarak tempuh cahaya semata.
Di luar batas pengamatan ini, para ilmuwan meyakini masih ada struktur kosmik lain yang belum dapat dilihat karena cahayanya belum mencapai Bumi.
>>> Christos Tzolis Tunjukkan Performa Menjanjikan di Laga Pramusim Arsenal
Klaim Guillén ini menyoroti keterbatasan manusia dalam memahami alam semesta secara utuh dan menjadi dasar penting dalam kosmologi modern.
