Samsung mengungkap filosofi desain di balik jajaran perangkat terbarunya, termasuk Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch Ultra2, dan Galaxy Watch9.
Perusahaan tidak hanya mengejar tampilan tipis dan premium, tetapi juga menjadikan kenyamanan pengguna sebagai fokus utama.
>>> Asian Games 2026: 21 Pebalap Indonesia Siap Tempur, Target 4 Emas
Paspor Jadi Inspirasi Galaxy Z Fold8
Menariknya, Samsung menjadikan paspor sebagai inspirasi desain Galaxy Z Fold8.
Bentuk paspor dianggap ergonomis karena mudah dibawa, nyaman digenggam satu tangan, dan memungkinkan informasi dilihat dengan cepat.
Hubert Lee, Executive Vice President sekaligus Head of Design Team, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, mengatakan desain tipis dan ringan menjadi bagian penting untuk menciptakan perangkat yang nyaman digunakan sehari-hari.
"Kedua aspek tersebut memengaruhi bagaimana perangkat dibuka secara natural, terasa nyaman saat digenggam, hingga mudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari," ujar Lee.
Inspirasi paspor paling terasa pada Galaxy Z Fold8. Saat dilipat, HP layar lipat ini menggunakan rasio layar 16:10 yang dioptimalkan untuk penggunaan satu tangan.
Begitu dibuka, Galaxy Z Fold8 menawarkan layar dengan rasio 4:3 yang dibuat lebih imersif dengan proporsi seimbang dan simetris.
Samsung menyebut pendekatan tersebut memperkuat fokus pada kenyamanan pengguna.
Sementara Galaxy Z Fold8 Ultra dikembangkan dengan konsep "Emotive Slim".
Samsung tidak hanya berusaha memangkas ketebalan perangkat, tetapi juga membuat ponsel terlihat dan terasa lebih ramping ketika digunakan.
Frame dibuat dengan lekukan lebih halus agar perangkat mudah dibuka.
Siluet bagian luarnya dibuat lebih melengkung untuk meningkatkan kenyamanan genggaman, sedangkan bagian sisi dirancang minimalis agar memberikan kesan lebih tipis.
Samsung juga memakai konsep "Emotive Geometry" pada Galaxy Z Series. Pendekatan ini memadukan karakter sederhana dan premium khas Galaxy dengan elemen yang lebih humanis.
