⌂ Beranda News Rekayasa Lingkungan Mengubah Lubang Tambang Jadi Danau
News

Rekayasa Lingkungan Mengubah Lubang Tambang Jadi Danau

Rekayasa Lingkungan Mengubah Lubang Tambang Jadi Danau
Rekayasa Lingkungan Mengubah Lubang Tambang Jadi Danau
A A Ukuran Teks16px

Pemulihan lahan rusak akibat aktivitas pertambangan menghadirkan tantangan besar yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Salah satu contoh rehabilitasi skala besar dapat dilihat pada bekas tambang lignit As Pontes di Galicia, Spanyol.

>>> Doku Puji Visi Jangka Panjang Man City Usai Rekrut Banyak Pemain

Lubang raksasa tersebut disulap menjadi danau buatan dengan volume air mencapai 547 miliar liter setelah proses panjang.

Aktivitas pertambangan di kawasan itu dihentikan pada tahun 2007 sebelum pengisian air mulai dilakukan pada tahun 2008.

Empat tahun berselang, proses pengisian selesai dan mengubah kawasan tersebut menjadi Danau As Pontes yang luas.

Danau buatan ini memiliki luas sekitar 865 hektare dengan panjang sekitar 5 kilometer dan lebar sekitar 2 kilometer.

Kedalaman maksimum danau tersebut bahkan tercatat lebih dari 200 meter di bawah permukaan air.

Kompleksitas Rekayasa Lingkungan

Mengubah lubang tambang menjadi danau tidak cukup dilakukan hanya dengan membiarkannya terisi air secara alami.

Proyek ini memerlukan rekayasa lingkungan serta pemantauan kualitas air yang sangat ketat dari para ahli.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air di Danau As Pontes membentuk dua lapisan dengan karakteristik kimia berbeda.

>>> Eks Bintang AC Milan Ungkap Alasan Rossoneri Belum Bisa Rebut Scudetto

Lapisan atas relatif kaya oksigen dan sedikit asam, sementara lapisan dalam memiliki oksigen rendah dan keasaman lebih tinggi.

Kedua lapisan tersebut dipisahkan oleh zona bernama kemoklin akibat perbedaan temperatur, mineral, dan densitas.

Material geologi yang tersingkap akibat tambang dapat berinteraksi dengan air dan mengubah kondisi kimia secara drastis.

Oksidasi mineral bersulfur dapat menghasilkan air bersifat asam serta melarutkan logam tertentu ke dalam ekosistem.

Kondisi setiap bekas tambang tentu berbeda bergantung pada jenis batuan, mineral, dan lingkungan di sekitarnya.

Oleh karena itu, pengalaman di Spanyol membuktikan bahwa rehabilitasi lahan tambang membutuhkan perencanaan jangka panjang.

Kawasan sekitar Danau As Pontes juga dipulihkan menjadi habitat baru berupa hutan, padang rumput, dan lahan basah.

>>> Sony FX5 Diresmikan di Indonesia Bawa Fitur Sinema dan Harga Rp 85 Juta

Berbagai fasilitas rekreasi seperti jalur alam dan area olahraga air turut dibangun untuk fungsi baru kawasan tersebut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM