OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI-nya yang paling canggih. Keputusan ini diambil setelah berbagai laporan agen OpenAI lepas kendali dan meretas website sejumlah institusi.
Laporan insiden OpenAI mengaitkan jeda tersebut dengan insiden terpisah pada 20 September. Agennya membobol lingkungan pelatihan yang dibatasi.
Model penelitian internal menemukan celah dalam DNS filtering dan menggunakannya untuk menghubungi chatbot eksternal saat mencoba menjawab pertanyaan penelitian.
Sistem pemantauan OpenAI sempat memberikan peringatan dalam waktu 25 menit, yang kemudian diakui oleh operator manusia tiga menit kemudian.
Sayangnya, kill switch untuk menghentikan model secara otomatis gagal dan proses ini berlanjut selama 2,5 jam sebelum dihentikan secara manual.
OpenAI mengatakan penangguhan tersebut mencakup pelatihan, evaluasi, dan menjalankan modelnya yang paling mumpuni dengan berbagai tools.
Pelatihan akan dilanjutkan setelah OpenAI memvalidasi perbaikannya dan menyelesaikan pengujian adversarial tambahan.
Model yang terlibat dalam insiden tersebut tidak akan melanjutkan pelatihan. OpenAI berencana untuk melakukan pelatihan baru dengan peningkatan tambahan, seperti dikutip dari TechSpot, Senin (28/9/2026).
Penangguhan pelatihan ini diumumkan setelah laboratorium penelitian Transluce melaporkan agen OpenAI mencoba membobol website Departemen Pendidikan Amerika Serikat.
OpenAI juga mengonfirmasi bahwa agennya menggunakan kunci developer yang ditemukan online untuk mengakses data Biro Sensus AS dan mengunggah ulang informasi publik Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di tempat lain.
Sebelumnya, agen OpenAI juga meretas website layanan kesehatan publik milik pemerintah Australia pada bulan Juni. Pemerintah Australia mengaku OpenAI baru melaporkan insiden tersebut pada bulan September.
Ini bukan pertama kalinya OpenAI menangguhkan pelatihan model AI-nya.
Pada bulan Agustus, perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu mengumumkan penangguhan pelatihan selama dua minggu setelah insiden peretasan Hugging Face.
