⌂ Beranda News Gerhana Bulan Parsial Terjadi Minggu Depan, Bisakah Diamati dari Indonesia?
News

Gerhana Bulan Parsial Terjadi Minggu Depan, Bisakah Diamati dari Indonesia?

Gerhana Bulan Parsial Terjadi Minggu Depan, Bisakah Diamati dari Indonesia?
Gerhana Bulan Parsial Terjadi Minggu Depan, Bisakah Diamati dari Indonesia?
A A Ukuran Teks16px

Fenomena langit menarik segera menghiasi Bumi berupa gerhana bulan parsial yang dijadwalkan terjadi pada 27-28 Agustus 2026.

Peristiwa ini berlangsung ketika bayangan Bumi menutupi 96% permukaan Bulan.

>>> Bournemouth kejutkan Man City lewat gol cepat Marcus Tavernier

Kondisi tersebut berpotensi mengubah warna permukaan Bulan menjadi merah tua.

Perubahan warna ini terjadi akibat cahaya yang disaring serta dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Sayangnya, gerhana bulan parsial tersebut tidak dapat dinikmati oleh seluruh penduduk di berbagai belahan Bumi.

Fenomena ini hanya dapat diamati oleh warga di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, sebagian Eropa, serta Afrika.

Puncak gerhana akan tiba beberapa jam setelah matahari terbenam bagi warga di pesisir barat Amerika Serikat.

>>> Petinggi Thailand Ungkap Alasan Laga Kontra Vietnam Hilang Keseruannya

Sementara itu, warga di pesisir timur dapat menyaksikan puncak gerhana sekitar tengah malam waktu setempat.

Bagi masyarakat di Eropa dan Afrika, titik puncak gerhana terlihat sebelum fajar.

Pengamatan gerhana bulan tidak memerlukan kacamata khusus seperti halnya mengamati gerhana matahari.

Namun, Bulan akan berada di bawah cakrawala bagi siapa pun yang berada di sisi siang Bumi saat fenomena berlangsung.

>>> AI ancam fotografer? Begini tanggapan fotografer senior

Oleh karena itu, peristiwa ini tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang dari negara-negara seperti Indonesia, Australia, China, dan Jepang.

📰 Update Terbaru