⌂ Beranda › News › Gugatan Hukum Meta: Eks Bos Bongkar Prioritas Mark Zuckerberg
News

Gugatan Hukum Meta: Eks Bos Bongkar Prioritas Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg dalam persidangan
Tolak Rem AI Bersama, Meta Pilih Pengamanan Secara Mandiri
A A Ukuran Teks16px

Mantan direktur teknik di Meta Platforms memberikan kesaksian penting dalam sebuah persidangan besar.

Ia menyebut CEO Mark Zuckerberg memelihara budaya perusahaan yang menempatkan keselamatan anak sebagai hal sekunder.

Pertumbuhan serta interaksi pengguna di Facebook dan Instagram dinilai menjadi prioritas utama perusahaan tersebut.

Arturo Bejar melontarkan tuduhan tersebut dalam persidangan atas gugatan dari koalisi negara-negara bagian.

Sejumlah negara bagian menuduh Meta mendesain platformnya agar dapat menjerat pengguna usia muda.

Desain tersebut dituding memicu kecemasan, depresi, hingga bunuh diri pada kalangan anak muda.

Meta juga menghadapi tuduhan melanggar hukum federal karena mengumpulkan data pribadi anak di bawah 13 tahun.

Sidang perdana ini berlangsung di pengadilan federal Oakland, California, dan diperkirakan memakan waktu enam minggu.

Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers bersama juri akan menentukan vonis serta hukuman bagi Meta.

Bejar menyatakan bahwa Zuckerberg sangat terlibat dalam berbagai keputusan penting di dalam perusahaan.

Ia menyebut perubahan desain produk hanya akan terjadi jika pimpinan tertinggi memberikan perintah langsung.

Bejar juga membantah klaim Zuckerberg pada Oktober 2021 yang menyatakan Meta selalu menggunakan riset untuk keamanan produk.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru