Warga Singapura makin sedikit seiring rendahnya tingkat kesuburan total di negara tersebut yang mencapai rekor 0,87. Kondisi demografi ini memicu perhatian dari tokoh teknologi global Elon Musk.
Bos SpaceX itu memberikan tanggapan melalui platform X terkait langkah-langkah yang diumumkan oleh Perdana Menteri Lawrence Wong. Pemerintah setempat berupaya keras mengatasi krisis kelahiran melalui berbagai insentif finansial.
>>> Akhir Era Arsene Wenger di Arsenal Usai Kepergian Reiss Nelson
Bantuan keuangan langsung senilai SGD 70.000 atau setara Rp 975 juta lebih disiapkan bagi setiap warga sejak lahir hingga usia 17 tahun.
Kebijakan tersebut juga mencakup tambahan cuti pengasuhan anak serta kemudahan akses perumahan.
>>> Aksi Impresif Bilal Hasan Bungkam Nilson Rojas Lewat Pukulan KO di UFC
Menanggapi situasi penurunan populasi tersebut, Elon Musk menuliskan komentar singkat yang menyatakan bahwa manusia sedang menghilang. Unggahan tersebut langsung menarik jutaan penayangan di media sosial.
Isu penurunan populasi ini sebelumnya juga pernah disorot oleh Musk pada akhir tahun 2024. Saat itu ia memperingatkan bahwa banyak negara sedang menuju kepunahan akibat rendahnya angka kelahiran.
>>> Kekayaan CEO Unitree Wang Xingxing Tembus Rp283 T Usai IPO Saham Meroket
Perdebatan turut muncul di kalangan warganet menanggapi komentar terbaru dari pemilik platform X tersebut. Sebagian besar menyoroti faktor tingginya biaya perumahan sebagai pemicu utama turunnya angka kelahiran.