Kapan Idul Fitri 2026? Diperkirakan Tanggal 20 atau 21 Maret, Ini Penjelasan Lengkapnya

Kapan Idul Fitri 2026? Diperkirakan Tanggal 20 atau 21 Maret, Ini Penjelasan Lengkapnya

masjid-dbenthien/pixabay-

Menjelang akhir Ramadan, kepastian tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menjadi perhatian masyarakat. Informasi ini penting untuk merencanakan mudik hingga berbagai persiapan hari raya bersama keluarga.

Di Indonesia, penentuan awal Syawal dilakukan melalui pendekatan berbeda oleh organisasi keagamaan dan pemerintah, sehingga berpotensi memunculkan perbedaan tanggal.

Perkiraan Berdasarkan Kalender Hijriah


Secara umum, Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 jika Ramadan berlangsung selama 29 hari.

Namun, apabila hilal belum terlihat pada akhir bulan, maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga Lebaran berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.

Kepastian tanggal biasanya baru ditentukan setelah pengamatan hilal dilakukan.

Penetapan Versi Muhammadiyah


×

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Perhitungan menunjukkan ijtimak terjadi pada 19 Maret 2026 sehingga awal Syawal ditetapkan keesokan harinya.

Pendekatan Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung setelah matahari terbenam pada 29 Ramadan.

Jika hilal terlihat, maka 1 Syawal ditetapkan keesokan hari. Jika tidak, Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.

Karena bergantung pada observasi lapangan, penetapan biasanya diumumkan mendekati akhir Ramadan.

Penetapan Pemerintah Melalui Sidang Isbat

Pemerintah akan menentukan tanggal resmi Idul Fitri melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026.

Keputusan akan mempertimbangkan hasil rukyat dan data astronomi dari berbagai lembaga.

Berdasarkan kalender resmi, Lebaran diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, namun masih menunggu penetapan akhir.

Alasan Perbedaan Penentuan

Perbedaan tanggal Lebaran terjadi karena metode yang digunakan tidak sama.

Faktor yang memengaruhi antara lain kriteria visibilitas hilal, metode perhitungan, serta kondisi cuaca saat pengamatan.

Hal ini membuat kemungkinan perbedaan awal Syawal tetap terbuka.

Persiapan Menyambut Lebaran

Mengetahui perkiraan tanggal Lebaran membantu masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan lebih awal.

  • Merencanakan perjalanan mudik
  • Membeli tiket transportasi
  • Menunaikan zakat fitrah
  • Menyiapkan hidangan khas hari raya

Selain itu, masyarakat juga mulai membersihkan rumah dan mempersiapkan penyambutan keluarga.

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU