Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan tidak akan memberikan motivasi khusus kepada Eberechi Eze.
Keputusan ini diambil setelah Eze gagal mengeksekusi penalti untuk Arsenal dalam laga final Liga Champions.
>>> Timnas U19 Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam Demi Tiket Semifinal
Kegagalan Eze bersama Gabriel dalam adu penalti membuat Arsenal harus takluk 3-4 dari Paris Saint-Germain. Kekalahan ini memupus harapan The Gunners untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
Meskipun sempat dikhawatirkan masih terbebani oleh kegagalan tersebut, Tuchel memilih untuk merespons situasi dengan tenang. Ia menyatakan bahwa internal skuad Inggris akan mendampingi Eze.
"Tentu saja ini menyakitkan bagi Ebs, tapi tentu saja saya akan mengurusnya, tim akan mengurusnya, dan saya pikir waktu tambahan yang mereka dapatkan akan sangat membantu," kata Thomas Tuchel, melansir Mirror.
Tuchel menambahkan bahwa ia tidak merasa perlu memberikan suntikan motivasi tambahan. Ia menilai para pemain telah menjalani musim yang hebat dan telah melakukan yang terbaik.
>>> Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin ke Final Polytron Indonesia Open 2026
"Saya tidak berpikir saya perlu memotivasi mereka. Mereka benar-benar telah menjalani musim yang hebat," ujarnya.
Menurut Tuchel, kekalahan di final melalui adu penalti adalah cara kalah yang paling tipis.
Ia menekankan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa tim sudah berusaha maksimal dan berada di level yang sama dengan tim terbaik dunia.
"Final pada akhirnya bergantung pada satu atau dua tendangan dalam adu penalti, yang berarti tidak bisa lebih ketat lagi.
>>> Transmart Full Day Sale: Kulkas Polytron 436L Diskon Jutaan Rupiah
Tapi itu juga berarti Anda sudah berada di level yang sama dengan tim yang mungkin saat ini merupakan yang terbaik di dunia," pungkasnya.