⌂ Beranda News Pramono Anung Apresiasi Inisiatif Warga Pondok Kelapa Kelola Sampah Biopori

Pramono Anung Apresiasi Inisiatif Warga Pondok Kelapa Kelola Sampah Biopori

Pramono Anung Apresiasi Inisiatif Warga Pondok Kelapa Kelola Sampah Biopori
Warga menunjukkan lubang biopori jumbo untuk pengelolaan sampah organik di Pondok Kelapa
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi warga RW 014 Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, atas keberhasilan pengelolaan sampah biopori jumbo.

Inisiatif warga ini mampu menampung 3.700 kilogram sampah organik dapur (SOD) setiap tiga bulan.

>>> Pertamina dan Swasta Kompak Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi Mulai 1 Juni

Metode ini memanfaatkan 120 unit Biopori Jumbo. Pengelolaan sampah ramah lingkungan ini diinisiasi oleh masyarakat bahkan sebelum regulasi resmi dari pemerintah diterbitkan.

"Atas nama Pemerintah DKI Jakarta, kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RW 014 dengan jumlah RT 6 ya, yang melakukan inisiasi untuk mengelola metode biopori jumbo untuk sampahnya," ujar Pramono Anung.

Penerapan sistem biopori ini mendahului Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Pemerintah daerah berencana menjadikan proyek mandiri lingkungan ini sebagai percontohan bagi wilayah lain di ibu kota.

Biopori Jumbo Jadi Role Model Penanganan Sampah

Pramono Anung menyatakan bahwa biopori jumbo ini dapat menjadi role model penanganan sampah di Jakarta jika berjalan dengan baik.

Rata-rata sampah organik membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk terurai dalam biopori.

Wilayah Jakarta Timur dinilai memiliki tingkat inisiatif lingkungan yang sangat baik. Selain biopori berukuran besar, fasilitas pengolahan biogas juga pernah diresmikan di wilayah tersebut.

"Jadi ini inisiatif warga. Kebetulan warga Jakarta Timur ini termasuk inisiatif untuk lingkungannya termasuk yang paling bagus.

>>> Persija Jakarta Perkenalkan Pelatih Baru Senin Ini

Yang pertama biopori jumbo ini. Yang kedua adalah pada waktu itu saya meresmikan untuk biogas," jelasnya.

Pemerintah berharap pencapaian di Jakarta Timur dapat memicu kompetisi positif bagi wilayah Jakarta lainnya. Pramono Anung berharap wilayah barat, utara, pusat, hingga selatan terinspirasi oleh inisiatif ini.

"Dan juga aktivitas lainnya untuk lingkungan, termasuk Jakarta Timur yang perlu diberikan apresiasi.

Saya sengaja menyampaikan ini mudah-mudahan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat iri sama Jakarta Timur," tambah Pramono Anung.

Keberadaan instruksi gubernur yang baru diterbitkan kini memberikan kepastian hukum yang memperkuat gerakan pengelolaan sampah oleh warga.

Dalam penerapannya, satu unit lubang biopori jumbo difungsikan untuk melayani kebutuhan pembuangan dari dua rumah warga.

"Secara khusus untuk menyangkut biopori di Jakarta Timur ini dengan adanya Ingub menjadi ada payung hukum yang lebih sempurna.

Maka kenapa kemudian bioporinya jumbo, satu biopori itu untuk dua rumah," ucapnya.

>>> Vivo V70 Lite 5G Meluncur di UEA dengan Baterai 6500 mAh dan Chipset Baru

Sistem ini juga memicu partisipasi aktif masyarakat karena melibatkan interaksi antar tetangga. Durasi pembusukan sampah organik di dalam lubang biopori diperkirakan bisa berlangsung lebih cepat dari target triwulan.

"Dan pasti kan warga kita itu seneng kalau dikompetisikan. Kalau dua rumah apakah betul 3 bulan, tadi kan disampaikan 3 bulan, menurut saya mungkin lebih cepat dari 3 bulan," tutup Pramono Anung.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru