Produsen pesawat asal Prancis, Airbus, mengumumkan keberhasilan uji terbang perdana pesawat berbadan lebar terbarunya, A350-1000ULR.
Pesawat ini dirancang khusus untuk mampu terbang nonstop hingga 22 jam.
>>> Timnas Indonesia U19 Hadapi Vietnam di Laga Pamungkas Grup A
Penerbangan perdana berlangsung dari fasilitas pengujian Airbus di Toulouse, Prancis selatan.
Pesawat yang dilengkapi instrumen uji terbang khusus itu mengudara selama 3 jam 43 menit, mencapai ketinggian sedikit di atas 41.000 kaki atau sekitar 12.500 meter.
Pengujian dan Target Pengiriman
Uji terbang ini menandai dimulainya fase pengujian lanjutan yang akan berlangsung intensif selama dua bulan ke depan.
Tujuannya adalah mendapatkan sertifikasi resmi atas sejumlah modifikasi dari tiga versi A350 sebelumnya.
>>> Warga Antusias Sambut Kembalinya Car Free Day Rasuna Said
Pembaruan paling signifikan terletak pada perluasan kapasitas tangki bahan bakar, yang memungkinkan pesawat menjelajah hingga jarak maksimal 18.500 kilometer.
Pesawat berkode ULR (ultra long-range) ini merupakan bagian dari 12 unit pesanan khusus maskapai Australia, Qantas.
Qantas akan mengoperasikan jet ini untuk rute penerbangan langsung Sydney menuju London secara nonstop.
Airbus menargetkan pengiriman unit perdana kepada Qantas pada April 2027. Jadwal ini mundur dari target awal maskapai yang sebelumnya berharap mengomersialkan rute tersebut pada 2025.
>>> Wabah Ebola di Kongo Renggut Puluhan Korban Jiwa, Hoaks dan Penolakan Masyarakat Hambat Penanganan
Kehadiran A350-1000ULR diproyeksikan akan menggeser rekor penerbangan komersial terpanjang dunia yang saat ini dipegang Singapore Airlines untuk rute Singapura-New York sejauh 15.350 kilometer dengan durasi sekitar 18 jam.