⌂ Beranda News Gelombang PHK di Industri Teknologi: Dana Triliunan Rupiah Dialihkan ke AI

Gelombang PHK di Industri Teknologi: Dana Triliunan Rupiah Dialihkan ke AI

Gelombang PHK di Industri Teknologi: Dana Triliunan Rupiah Dialihkan ke AI
Ilustrasi PHK massal di perusahaan teknologi karena investasi AI
A A Ukuran Teks16px

>>> OJK dan BI Siap Jalankan Mandat Baru Hasil Revisi UU P2SK

CEO Jack Dorsey menyebut tim yang lebih kecil dengan alat AI justru bisa mengerjakan lebih banyak hal dengan lebih baik.

Coinbase memberhentikan 700 karyawan pada awal Mei 2026 akibat lesunya pasar kripto dan kebutuhan efisiensi biaya lewat AI.

Atlassian juga memangkas 1.600 pekerja pada Maret 2026 guna menyesuaikan strategi kerja di era baru ini.

Microsoft menawarkan pensiun dini kepada 8.750 karyawan di Amerika Serikat pada akhir April 2026.

Langkah pertama dalam 51 tahun sejarah perusahaan ini diambil untuk mengamankan arus kas di tengah lonjakan pengeluaran pusat data.

Fenomena AI Washing dan Koreksi Pasar

Para ahli menilai situasi ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh adopsi teknologi baru.

Chief AI Officer Cognizant, Babak Hodjat, berpendapat bahwa kecerdasan buatan kerap dijadikan kambing hitam dalam restrukturisasi korporasi.

Kondisi ini memunculkan istilah "AI Washing", yaitu strategi perusahaan membungkus keputusan efisiensi biaya lama menggunakan narasi kemajuan teknologi agar terlihat lebih modern.

Survei terhadap manajer perekrutan menunjukkan sekitar 59 persen perusahaan sengaja menekankan narasi AI dalam pengumuman PHK karena dinilai memberikan citra lebih baik.

Faktor perlambatan pertumbuhan pascapandemi juga memaksa perusahaan melakukan koreksi setelah sebelumnya merekrut karyawan secara agresif. Pengurangan ini terjadi bersamaan dengan momentum ekspansi ke sektor AI.

Meskipun demikian, para ahli menilai AI lebih banyak mengubah metode kerja ketimbang menggantikan posisi manusia secara total.

CEO Google Sundar Pichai mengungkapkan bahwa AI telah berhasil meningkatkan produktivitas para engineer sekitar 10 persen.

Analis RationalFX Alan Cohen menyebut industri saat ini sedang dibentuk ulang secara fundamental.

>>> Harry Kane Bawa Inggris Kalahkan Selandia Baru dalam Uji Coba

Di sisi lain, ekonom Apollo Global Management Torsten Slok tetap optimistis bahwa AI dalam jangka panjang akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru