Militer Israel secara resmi membuka penyelidikan atas insiden penembakan yang menewaskan seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan di kota Hebron, Tepi Barat.
Korban bernama Sam Fahd Abou Haikal tewas pada Jumat lalu ketika tentara Israel melepaskan tembakan ke arah mobil yang membawa keluarganya.
>>> Kim Kardashian Hadiri F1 Monaco, Dukung Langsung Lewis Hamilton
Kedua orang tua bayi tersebut juga mengalami luka ringan dalam insiden itu.
Kronologi dan Dalih Militer
Pihak militer berdalih bahwa penembakan dilakukan setelah tentara melihat kendaraan melaju ke arah mereka.
Namun, pemeriksaan awal menunjukkan ketiga warga Palestina di dalam mobil merupakan warga sipil yang tidak terlibat konflik.
Keputusan penyelidikan lebih lanjut diumumkan pada hari Minggu setelah hasil pemeriksaan pendahuluan keluar.
"Berdasarkan temuan pemeriksaan pendahuluan, diputuskan untuk membuka penyelidikan oleh Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Militer," demikian pernyataan militer Israel.
>>> Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026 Usai Ditundukkan Malaysia
Berkas perkara akan diteruskan ke otoritas hukum yang lebih tinggi setelah proses pemeriksaan selesai.
"Setelah selesai, temuan tersebut akan diserahkan ke Kantor Jaksa Agung Militer," lanjut pernyataan tersebut.
Meningkatnya Kekerasan di Tepi Barat
Kekerasan di Tepi Barat terus meningkat hampir setiap hari sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023.
Konflik tersebut dipicu oleh serangan Hamas ke wilayah Israel.
Data kementerian kesehatan Palestina yang dihimpun AFP menunjukkan tentara dan pemukim Israel telah menewaskan setidaknya 1.080 warga Palestina, termasuk militan dan warga sipil, sejak periode tersebut.
>>> Real Madrid Tebus Dumfries, Inter Incar Marco Palestra
Sementara itu, catatan resmi pemerintah Israel menyatakan setidaknya 46 warga Israel, baik sipil maupun militer, tewas akibat serangan warga Palestina atau selama operasi militer.