Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan penolakannya untuk mencairkan aset Iran sebelum adanya kesepakatan resmi dengan Teheran.
Sikap tegas ini disampaikan dalam sebuah wawancara pada Minggu (7/6/2026), sebagaimana dilansir dari AFP.
>>> Timnas Swiss Latihan di Dekat Area Ular Berbisa Jelang Piala Dunia 2026
Langkah penahanan aset tersebut merupakan respons atas tuntutan Iran yang menginginkan pencairan dana miliaran dolar yang dibekukan oleh AS.
"Tidak," jawab Trump saat ditanya kesediaannya mencabut sanksi atau mencairkan aset sebagai bagian dari potensi kesepakatan.
Trump menambahkan bahwa pembicaraan baru akan dimulai jika Iran menunjukkan itikad baik terlebih dahulu.
"(Itu) akan dilakukan setelahnya.
Jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita akan mulai berbicara," kata Trump dalam program NBC yang direkam pada Jumat lalu.
>>> Chelsea Dekati Agen Dusan Vlahovic Jelang Bursa Transfer Musim Panas 2026
Fokus pada Uranium yang Diperkaya
Menurut sumber yang dekat dengan isu tersebut, Departemen Keuangan AS tengah mengkaji opsi pemanfaatan aset Iran.
Dana itu berpotensi dialokasikan sebagai kompensasi bagi negara-negara Teluk atas dampak serangan Iran.
Namun, fokus utama AS dalam negosiasi ini adalah kendali atas material nuklir. Trump menyatakan mengetahui lokasi persis penyimpanan uranium yang diperkaya di Iran dan berkomitmen untuk mengamankannya.
"Jika kita mencapai kesepakatan, jika kita mencapai kesepakatan sekarang karena kita bersahabat, kita semua akan bekerja sama untuk mengambil kembali uranium ini.
Kita akan mengambilnya dan menghancurkannya," kata Trump.
>>> Steward Selidiki Dugaan Pelanggaran Red Flag Isack Hadjar di Monako
Persoalan uranium yang diperkaya menjadi hambatan paling krusial dalam perundingan. Masalah tersebut merupakan poin tersulit untuk mengakhiri konflik bersenjata yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.