Tim nasional sepak bola Indonesia meningkatkan intensitas latihan skema bola mati sebagai persiapan menghadapi Mozambik.
Laga uji coba akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).
>>> Liverpool Siapkan Strategi Tukar Tambah untuk Gaet Yan Diomande
Langkah ini diambil setelah skuad asuhan John Herdman menunjukkan efektivitas bola mati saat mengalahkan Oman pada Jumat (5/6/2026).
Gol kemenangan dicetak lewat sundulan Justin Hubner dari tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On.
Pemanfaatan bola mati menjadi fokus utama karena Indonesia memiliki materi pemain berpostur besar seperti Elkan Baggott, Kevin Diks, Rizky Ridho, dan Justin Hubner.
Selain gol ke gawang Oman, tim Garuda juga sempat mencetak gol via sepak pojok saat menumbangkan Saint Kitts and Nevis pada Maret lalu.
Kinerja lini belakang dan depan dalam situasi tersebut mendapat perhatian khusus dari pelatih kepala John Herdman.
Hal ini terutama setelah performa buruk di ajang FIFA Series 2026 melawan Bulgaria.
"Bola mati defensif, bola mati menyerang, kami kecewa setelah pertandingan melawan Bulgaria," ucap Herdman.
Kekecewaan tersebut didasari ketidakmampuan para pemain mengonversi peluang dari sejumlah kesempatan sepakan pojok yang didapatkan kala itu.
"Bagaimana kami mendapat tujuh tendangan sudut dan tidak ada kontak pertama pada tendangan sudut tersebut," sebut Herdman.
>>> Timnas U19 Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Vietnam demi Tiket Semifinal
Perubahan positif yang ditunjukkan saat melawan Oman membuat Herdman memberikan apresiasi khusus kepada asisten pelatih Andrej Kostolansky.
Pria asal Slovakia pemegang lisensi UEFA Pro tersebut bertanggung jawab penuh merancang strategi bola mati sekaligus melatih penjaga gawang Emil Audero dan Maarten Paes.
"Spesialis bola mati kami, Andrej (Kostolansky), telah bekerja dengan para pemain secara intensif. Jadi, selamat kepadanya," ucap Herdman.
Herdman memuji komitmen para pemain yang mampu menerapkan skema rancangan Kostolansky dengan baik di lapangan hingga membuahkan hasil positif.
"Itu adalah desain bola mati yang dia buat dan sikap para pemain untuk menjadi yang pertama mencapai bola, jadi sangat bangga akan hal itu," jelas Herdman.
Selain mematangkan bola mati, tim kepelatihan kini fokus meningkatkan variasi permainan di area sepertiga akhir lapangan menjelang laga berikutnya.
"Permainan kombinasi adalah sesuatu yang telah kami latih minggu ini, hanya dengan mendekatkan para pemain ke gawang," ulas Herdman.
Herdman meminta anak asuhnya untuk segera mengalihkan fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan atas Oman demi meraih hasil maksimal pada laga Selasa mendatang.
"Tapi kami masih punya jalan panjang. Kami harus tetap rendah hati.
>>> MPR RI Gelar Lomba Kreasi Baris Berbaris di Samarinda untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan
Kami perlu lupakan kemenangan, dan harus fokus pada pertandingan berikutnya. Kami harus tetap rendah hati dan bekerja keras," ujarnya.