⌂ Beranda News AHY Tawarkan Proyek Giant Sea Wall dan Investasi Pelabuhan ke Rusia

AHY Tawarkan Proyek Giant Sea Wall dan Investasi Pelabuhan ke Rusia

AHY Tawarkan Proyek Giant Sea Wall dan Investasi Pelabuhan ke Rusia
Ilustrasi proyek Giant Sea Wall di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia membuka peluang kolaborasi internasional dalam pembangunan infrastruktur ketahanan iklim nasional.

Proyek strategis yang ditawarkan mencakup teknologi perlindungan pesisir, sistem peringatan dini bencana, energi berkelanjutan, hingga mega proyek Giant Sea Wall.

>>> Fabio Capello Ungkap Alasan Depak Ronaldo Nazario dari Real Madrid

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan tawaran tersebut saat menghadiri kunjungan kerja di Rusia.

Peluang kerja sama dipaparkan dalam sesi EAEU-ASEAN pada ajang St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St Petersburg.

Menurut AHY, dampak perubahan iklim global telah menjadi tantangan nyata bagi Indonesia.

Krisis lingkungan seperti banjir, abrasi pantai, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah di kawasan pesisir membutuhkan mitigasi terpadu.

"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, khususnya di wilayah Pantai Utara Jawa.

Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," ujar AHY dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Kawasan Pantai Utara Jawa merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional yang vital. Wilayah ini menyokong sektor industri, perdagangan, logistik, pelabuhan, hingga mobilitas masyarakat.

Proyek tanggul laut raksasa tersebut membuka ruang kolaborasi luas pada bidang rekayasa pesisir dan teknologi penghalang laut.

Kerja sama juga mencakup sistem operasi, pemeliharaan, teknologi pemantauan lingkungan, hingga riset bersama.

>>> Timnas Inggris Taklukkan Selandia Baru 1-0, Tuchel Soroti Performa Kurang Maksimal

Dalam forum internasional tersebut, AHY menguraikan tiga prioritas utama pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Prioritas tersebut adalah dekarbonisasi sektor transportasi untuk Net Zero Emissions, penguatan konektivitas logistik, dan pembangunan infrastruktur tangguh iklim.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM