PDI Perjuangan (PDIP) merespons arahan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang meminta sinergi kuat semua elemen untuk mempertahankan stabilitas ekonomi domestik.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyatakan partainya memposisikan diri sebagai penyeimbang di kancah politik.
>>> Presiden Korea Selatan Tunjuk Han Seong-sook sebagai Perdana Menteri Perempuan Pertama
"Sejak awal kami menyatakan diri sebagai partai penyeimbang.
Artinya, kami mendukung penuh pemerintahan dalam menjalankan program-program yang dibutuhkan rakyat dan bangsa," kata Deddy kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Dukungan terhadap pencapaian kabinet menjadi komitmen PDIP. Namun, partai berlambang banteng itu tetap akan memberikan kritik konstruktif dan masukan strategis.
"Kami juga akan memberikan catatan, kritik, dan rekomendasi untuk perbaikan atau penyimpangan. Itulah esensi sebagai partai penyeimbang, agar ada checks and balances dan rakyat punya saluran aspirasi," ujarnya.
Deddy menegaskan partainya memiliki tanggung jawab moral mencegah kegagalan birokrasi dan memastikan penguasa patuh pada konstitusi serta ekspektasi publik.
"Tidak pernah ada keinginan PDIP agar pemerintah gagal, tetapi kami punya kewajiban moral, etis, dan ideologis untuk memastikan pengelolaan kekuasaan sesuai konstitusi dan amanat rakyat," kata dia.
>>> Thomas Tuchel Pimpin Timnas Inggris Hadapi Cuaca Panas Piala Dunia 2026
Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengangkat urgensi penyelarasan langkah lintas sektor dalam mitigasi risiko ekonomi nasional. Menurutnya, dinamika pasar global membutuhkan fondasi kerja sama yang lebih kokoh.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo setelah rapat koordinasi legislatif dan eksekutif di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).
Agenda tersebut difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur BI Perry Warjiyo.
"Saya kira ini sinyal yang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam menjaga moneter dan fiskal tetap di posisi yang diharapkan," ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, penanganan tantangan ekonomi mengandalkan harmonisasi kebijakan makro.
>>> Pemilik Motor Listrik Murah Mulai Ramai Ganti Baterai ke Litium
Kebijakan moneter Bank Indonesia dan pengelolaan fiskal Kementerian Keuangan harus berintegrasi optimal seiring indikator fundamental ekonomi yang solid.