⌂ Beranda News Australia Naikkan Anggaran Pendidikan Bahasa Indonesia Rp145 Miliar

Australia Naikkan Anggaran Pendidikan Bahasa Indonesia Rp145 Miliar

Australia Naikkan Anggaran Pendidikan Bahasa Indonesia Rp145 Miliar
Bendera Australia dan Indonesia bersebelahan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah federal Australia mengalokasikan tambahan anggaran pendidikan bahasa Indonesia sebesar AUD 11,4 juta atau sekitar Rp145 miliar.

Langkah ini diambil untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

>>> Pramono Anung Proyeksikan CFD Rasuna Said Jadi Landmark Baru Jakarta

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari paket anggaran total AUD 33,2 juta yang dikucurkan untuk implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia.

Selain untuk pendidikan bahasa, dana itu mencakup AUD 3,4 juta untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia serta program beasiswa tambahan bagi pelajar Australia.

Mencegah Kepunahan Bahasa Indonesia

Anggota parlemen Australia, Tim Watts, menjelaskan urgensi intervensi dana ini di tengah merosotnya jumlah sekolah dan kampus yang mengajarkan bahasa Indonesia.

"Tanpa intervensi, pengajaran Bahasa Indonesia di Australia akan punah pada masa jabatan Parlemen berikutnya," tulis Watts di akun Instagram resminya.

Watts menegaskan bahwa pemahaman bahasa dan budaya menjadi fondasi utama memasuki babak baru relasi kedua negara.

>>> PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

"Sudah jelas tak ada mitra yang harus lebih dipahami Australia dibanding Indonesia," ujarnya.

Dalam pidato di parlemen, Watts mengaitkan komitmen pendanaan ini dengan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berkunjung ke Australia pada 2020.

Ia juga menyelipkan slogan kampanye Presiden Prabowo Subianto.

"Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia sebelumnya, Jokowi, di tempat ini pada 2020 'Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia', dan tahun ini pendanaan federal telah menyatakan 'Oke gas' untuk meningkatkan hubungan dengan tetangga kita, Indonesia," ucapnya.

Selain pengumuman anggaran, Watts membagikan pengalamannya saat kunjungan kerja ke Indonesia bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck, bulan lalu.

>>> Presiden Korea Selatan Tunjuk Han Seong-sook sebagai Perdana Menteri Perempuan Pertama

Mereka mengunjungi Solo, hub politik dan budaya di Jawa Tengah, serta menjalin hubungan dengan pemimpin muda, termasuk Wali Kota Solo Respati Ardi dan Pangeran Mangkunegara X.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru