⌂ Beranda News Purbaya Yudhi Sadewa Janjikan Stabilisasi Rupiah Bantu Pedagang Tahu Tempe

Purbaya Yudhi Sadewa Janjikan Stabilisasi Rupiah Bantu Pedagang Tahu Tempe

Purbaya Yudhi Sadewa Janjikan Stabilisasi Rupiah Bantu Pedagang Tahu Tempe
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji stabilisasi rupiah untuk membantu pedagang tahu tempe
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan menjaga kekuatan permintaan masyarakat dan mengupayakan penguatan nilai tukar rupiah.

Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya produksi perajin tahu dan tempe yang terdampak lonjakan harga kedelai impor.

>>> Komdigi Siapkan Regulasi Jasa Pengantaran Berbasis Permintaan untuk Sokong Ekonomi

Janji tersebut disampaikan Purbaya pada Sabtu (6/6/2026) setelah pemerintah menerima keluhan dari para pedagang. Pelemahan rupiah disebut telah menggerus margin keuntungan produsen makanan berbasis kedelai.

Koordinasi Fiskal dan Moneter

Pemerintah optimistis penguatan rupiah dapat dicapai melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia. Kondisi fundamental ekonomi dalam negeri dinilai masih kokoh.

"Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli.

Yang kedua, kalau rupiahnya menguat kan otomatis cost of production mereka turun.

Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depannya," ujar Purbaya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta.

Meski belum bisa memastikan waktu pasti realisasi, koordinasi erat dengan bank sentral diyakini mampu meredam tekanan sentimen pasar.

>>> ASDP Beri Diskon Tarif Penyeberangan 100% Selama Libur Sekolah

"Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar. Tapi saya rasa akan berhasil dengan kerjasama yang lebih erat antara fiskal dan moneter," kata Purbaya.

Dampak pada Pedagang

Fluktuasi mata uang asing telah memukul produsen tahu dan tempe. Sebagian dari mereka terpaksa menaikkan harga jual ke konsumen karena biaya impor kedelai yang tinggi.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan-bahannya masih diimpor.

Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka," kata Purbaya saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta.

Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara eksekutif dan otoritas moneter. Hal ini diharapkan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan ekonomi nasional.

>>> Samsung Batalkan Pembaruan One UI 8.5 untuk Galaxy S22 dan Ponsel Lipat 2022

"Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, tidak terbebani lagi beban hidupnya," tutup Purbaya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru