⌂ Beranda News Peru Gelar Pemilihan Presiden Putaran Kedua di Tengah Ketidakstabilan Politik

Peru Gelar Pemilihan Presiden Putaran Kedua di Tengah Ketidakstabilan Politik

Peru Gelar Pemilihan Presiden Putaran Kedua di Tengah Ketidakstabilan Politik
Pemilihan Presiden Peru Putaran Kedua
A A Ukuran Teks16px

Peru menggelar pemilihan presiden putaran kedua pada Minggu (7/6/2026) di tengah ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.

Kontestasi ini mempertemukan calon dari kubu sosialis demokrat Roberto Sanchez dan kandidat dari kubu neoliberal Keiko Fujimori.

>>> Cahya Supriadi Resmi Perpanjang Kontrak Dua Musim di PSIM Yogyakarta

Sekitar 27 juta pemilih tercatat memiliki hak suara untuk menentukan presiden baru dengan masa jabatan lima tahun.

Pada putaran pertama yang diikuti oleh 35 kandidat, Fujimori memimpin dengan perolehan 17 persen suara, sedangkan Sanchez menempati posisi kedua setelah mengantongi sekitar 12 persen suara.

Dua Kandidat dengan Pendekatan Berbeda

Fujimori yang merupakan putri mantan Presiden otokratis Alberto Fujimori menjanjikan pendekatan keamanan garis keras melalui pengetatan penjara serta pengerahan kekuatan militer.

Di sisi lain, Sanchez yang berstatus anggota kongres sekaligus mantan menteri usungan mantan Presiden Pedro Castillo menawarkan program pembersihan korupsi dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi.

>>> Asus Pamerkan Ekosistem AI di Computex 2026: ProArt, Copilot+ PC, hingga Tablet

Langkah Sanchez dalam pilpres ini dibayangi persoalan hukum setelah hakim memutuskan dirinya dapat diadili atas dugaan pelanggaran pendanaan kampanye pada Jumat lalu.

Jaksa mendakwa politisi tersebut atas ketidaksesuaian laporan keuangan partainya terkait dugaan penerimaan sumbangan tidak dilaporkan senilai puluhan ribu dolar yang kemudian dibantah oleh Sanchez.

Agenda pemungutan suara ini membayangi perjalanan politik Peru yang telah melahirkan delapan presiden sejak tahun 2016.

>>> Timnas Indonesia U-19 Lawan Vietnam Perebutkan Tiket Semifinal Malam Ini

Siapa pun pemenang pemilu dipastikan tidak akan memiliki mayoritas legislatif di parlemen, dan dijadwalkan bakal menggantikan presiden sementara Balcazar pada 28 Juli mendatang.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru