⌂ Beranda News BTN Perkuat Manajemen Risiko dan Transformasi Bisnis untuk Tekan Rasio NPL

BTN Perkuat Manajemen Risiko dan Transformasi Bisnis untuk Tekan Rasio NPL

BTN Perkuat Manajemen Risiko dan Transformasi Bisnis untuk Tekan Rasio NPL
BTN perkuat manajemen risiko dan transformasi bisnis
A A Ukuran Teks16px

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat fondasi manajemen risiko dan kualitas kredit. Langkah ini dilakukan melalui transformasi proses bisnis, digitalisasi, dan penguatan portofolio secara menyeluruh.

Inisiatif strategis ini diterapkan untuk menghadapi tantangan industri perbankan. Tekanan daya beli masyarakat, suku bunga tinggi, dan penguatan aset pascapandemi menjadi faktor yang memengaruhi.

>>> Bank Mandiri Taspen Fasilitasi Kegiatan Pemberdayaan Pensiunan di Jakarta

Hasil positif mulai terlihat pada awal tahun.

Hingga akhir Maret 2026, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BTN menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio NPL total BTN berhasil diturunkan menjadi kisaran 3,1% pada kuartal I-2026. Angka tersebut membaik dari capaian kuartal I-2025 yang berada di posisi sekitar 3,3%.

Perbaikan juga terjadi pada lini bisnis utama di sektor pembiayaan perumahan.

Rasio NPL untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN menyusut hingga 2,8% pada kuartal I-2026, dari sebelumnya 3,0% pada periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, kualitas kredit konsumer perseroan tetap terkendali dengan baik.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menjelaskan bahwa peningkatan kualitas aset ini dipicu oleh berbagai langkah pembenahan internal.

Prosedur penjaminan emisi (underwriting), verifikasi, pemanfaatan analisis data, hingga pengawasan portofolio setelah penyaluran kredit kini semakin dioptimalkan.

"BTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan tersebut tetap terjaga secara optimal," ujar Setiyo.

Pilar utama pembenahan internal bertumpu pada penerapan Loan Factory.

>>> OPEC+ Akan Naikkan Target Produksi Minyak untuk Keempat Kalinya

Sistem ini bertindak sebagai pusat pemrosesan kredit konsumer terintegrasi secara nasional dengan otomatisasi alur kerja dan decision engine otomatis.

Penerapan Loan Factory menarik perhatian positif dari analis pasar modal. Dalam laporan kunjungan lapangan yang dirilis April 2026, analis Bahana Sekuritas Razqi M.

Kurniawan menyoroti perbaikan kualitas aset pada kredit baru sebagai indikator keberhasilan sistem tersebut.

Data riset menunjukkan bahwa tingkat risiko kredit baru jauh lebih terkendali daripada portofolio lama.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru