Pembalap Mercedes Kimi Antonelli sukses memenangi balapan Formula 1 Grand Prix Monako pada Minggu, 7 Juni 2026.
Sesi balapan di Monte Carlo sempat dihentikan dengan bendera merah pada lap ke-68.
>>> Timnas Indonesia U-19 Ungguli Vietnam di Piala AFF 2026
Penyebabnya adalah kecelakaan beruntun yang dialami Charles Leclerc dan Lance Stroll dalam selang waktu beberapa menit.
Petugas stewards menemukan material aspal terkelupas di tikungan pamungkas.
FIA memutuskan melakukan perbaikan darurat sebelum melanjutkan sisa 10 putaran dengan prosedur standing restart.
Pandangan Pembalap soal Regulasi Mobil 2026
Akhir pekan di Monako juga diwarnai komentar para pembalap terkait regulasi mobil generasi terbaru musim 2026.
Jos Verstappen, ayah Max Verstappen, memberikan pandangannya kepada media De Limburger usai kualifikasi.
"This is how Formula 1 should be," kata Jos Verstappen, mantan pembalap Formula 1.
Menurutnya, regulasi kendaraan seharusnya membebaskan pembalap untuk memacu mobil secara maksimal.
"Not deliberately taking corners slower and all that nonsense – just full throttle," ujar Jos Verstappen.
Max Verstappen, yang gagal finis maksimal akibat masalah mesin saat start, merasakan sensasi positif dari dimensi mobil yang lebih ramping.
"I think the chassis regulation is not that bad at all," kata Max Verstappen, pembalap Red Bull Racing.
Ia menambahkan bahwa perubahan desain memberikan dampak baik pada jarak pandang pembalap.
"I quite like now the vision on the front axle is a bit better around apexes again," kata Max Verstappen.
Kondisi sirkuit Monako yang unik dinilai mampu meredam sifat buruk manajemen energi mobil modern.
"If you can go flat out and you can just select the gears that you want to use in the corners, it's always going to be better," ujar Max Verstappen.
Pengalaman berkendara di lintasan jalan raya membuatnya kembali merasakan gaya mengemudi yang lebih intuitif.
"I finally felt just myself again in the car. That's what then makes it more and more natural to drive for sure," kata Max Verstappen.