⌂ Beranda News Pemprov Jatim Raih Penghargaan Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka 2026

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka 2026

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan penurunan tingkat pengangguran terbuka
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Regional Jawa-Bali 2026 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan ini diserahkan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Yogyakarta Marriott Hotel pada Kamis (4/6) malam.

>>> Timnas U19 Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1 di Piala AFF U19 2026

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Informasi ini dilansir dari Detikcom pada Senin (8/6/2026).

Atas keberhasilan ini, Pemprov Jatim menerima dana insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut turun menjadi 3,55 persen pada Februari 2026, dari sebelumnya 3,61 persen pada Februari 2025.

Capaian TPT Jawa Timur ini berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 4,68 persen.

Data historis BPS dalam lima tahun terakhir menunjukkan penurunan konsisten penyerapan tenaga kerja di Jatim, dari 5,17 persen pada Februari 2021.

"Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri," ujar Khofifah Indar Parawansa.

Penurunan Pengangguran Lulusan SMK

Penurunan pengangguran secara signifikan didukung oleh efektivitas keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja, terutama pada kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.

Data BPS mencatat TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dari 5,87 persen pada Februari 2025.

"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan.

Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif," tutur Khofifah.

Sinergi berkala terus dibangun melalui program pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga perluasan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

>>> Gempa M 7,7 Mindanao Guncang Indonesia, Picu Tsunami Rendah

Sepanjang tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus serta pelatihan mengikuti program magang luar negeri.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru