⌂ Beranda News Lima Kategori Gangguan Mengemudi yang Memicu Kecelakaan Fatal

Lima Kategori Gangguan Mengemudi yang Memicu Kecelakaan Fatal

Lima Kategori Gangguan Mengemudi yang Memicu Kecelakaan Fatal
Ilustrasi pengemudi yang terganggu oleh ponsel saat mengemudi
A A Ukuran Teks16px

Mengemudi bukan sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan tugas berisiko tinggi yang membutuhkan konsentrasi penuh. Sayangnya, banyak pengemudi masih menyepelekan bahaya distraksi di jalan.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahwa gangguan konsentrasi saat mengemudi memiliki beragam pola.

>>> OPEC+ Sepakat Naikkan Target Produksi Minyak Bumi Mulai Juli

Untuk memudahkan mengingat, ia menciptakan singkatan "REAL MAN SLEEP IN UNDERWEAR" yang mewakili lima kategori distraksi utama.

Lima Kategori Distraksi Mengemudi

Pertama, Route Problem (REAL). Gangguan ini muncul akibat rute perjalanan, terutama di daerah baru yang belum dikenal.

Pengemudi yang sambil bergerak mencari alamat atau membaca peta digital dapat kehilangan fokus.

Kedua, Mental Problem (MAN). Ini adalah gangguan emosional yang sering disebut sebagai hidden problem.

Masalah keuangan, keluarga sakit, atau tekanan pekerjaan bisa mengalihkan konsentrasi. Emosi akibat perilaku pengendara lain juga termasuk dalam kategori ini.

Ketiga, Scenery Distraction (SLEEP). Gangguan visual di sekitar jalan, seperti melihat pemandangan, billboard, atau kecelakaan, dapat memecah perhatian.

>>> Suzuki Jimny Terbaru Hadir di Malaysia dengan Fitur ADAS

Menonton video saat berkendara juga termasuk dalam kategori ini.

Keempat, In-Vehicle Distraction (IN). Segala gangguan dari dalam kabin mobil, baik aktivitas pengemudi maupun penumpang.

Contohnya bermain ponsel, memutar musik, atau penumpang yang berbicara. Muatan yang tidak diikat dengan benar juga bisa menjadi sumber distraksi.

Kelima, Unfamiliar Tasking (UNDERWEAR).

Kondisi ketika pengemudi mengoperasikan kendaraan yang tidak biasa digunakan, misalnya beralih dari mobil manual ke matik atau sebaliknya.

>>> Scaloni Pastikan Nico Paz Pulih dan Siap Tampil di Piala Dunia 2026

Menurut Jusri, ketika konsentrasi terpecah, fokus pengemudi terhadap tugas mengemudi menjadi kabur. Hal ini sangat membahayakan keselamatan dan dapat memicu kecelakaan fatal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru