Bursa Efek Korea mengaktifkan mekanisme circuit breaker pada Senin untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham.
Langkah darurat ini diambil setelah indeks utama KOSPI merosot tajam lebih dari 8 persen tak lama setelah pasar dibuka.
>>> Barcelona Resmi Rekrut Anthony Gordon dari Newcastle United
Penghentian perdagangan selama 20 menit bertujuan meredam kepanikan investor di pasar modal. Keputusan ini diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran saham teknologi berkapitalisasi besar.
Tekanan dari Wall Street dan Data Ketenagakerjaan AS
Menurut laporan The Korean Times, tekanan utama berasal dari aksi jual saham teknologi. Penurunan KOSPI terjadi setelah pelemahan signifikan di Wall Street akhir pekan lalu.
Saham sektor semikonduktor di AS mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret 2020. Kondisi pasar semakin memburuk setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Mei dirilis lebih kuat dari perkiraan.
>>> Kejaksaan Agung Ungkap Mark Up Pengadaan Program MBG Rp1 Triliun
Data tersebut memicu kecemasan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor khawatir The Fed akan mengambil langkah lebih agresif, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan.
Kombinasi aksi jual massal saham teknologi dan kekhawatiran suku bunga menekan bursa Asia.
>>> Harga Emas Pegadaian 8 Juni 2026 Mandeg untuk Antam, Galeri 24, dan UBS
Korea Selatan menjadi salah satu pasar yang paling terdampak karena bobot besar saham teknologi di indeks KOSPI.