⌂ Beranda News BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami Dahsyat

BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami Dahsyat

BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami Dahsyat
Ilustrasi lempeng tektonik penyebab gempa dan tsunami di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi. Kondisi ini dipicu oleh posisi geografis yang dilewati jalur pertemuan tiga lempeng tektonik aktif.

Ketiga lempeng besar dunia tersebut adalah Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Pergerakan konstan dari struktur bumi ini menjadi pemicu utama tingginya aktivitas seismik di berbagai wilayah.

>>> Microsoft Kembangkan Superintelligence Mandiri Setelah Lepas dari Batasan OpenAI

Jalur pertemuan antarlempeng sebagian besar berada di lautan. Kondisi ini membawa konsekuensi serius bagi potensi bencana lanjutan.

Apabila terjadi gempa bumi berkekuatan besar dengan pusat dangkal, wilayah tersebut berpotensi memicu tsunami. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki tingkat kerawanan tsunami yang tinggi.

Faktor Pemicu Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut yang tercipta akibat gangguan impulsif pada genangan air laut. Gangguan ini muncul karena deformasi dasar laut secara mendadak, baik vertikal maupun horizontal.

Tiga faktor utama yang dapat mengubah struktur dasar laut adalah gempa tektonik, letusan gunung api, dan longsoran di dalam laut.

Di antara ketiganya, gempa bumi tercatat sebagai penyebab paling dominan tsunami di Indonesia.

Namun, tidak semua gempa memicu tsunami.

>>> Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural

BMKG memetakan kriteria khusus: episenter di laut, kedalaman pusat gempa dangkal (kurang dari 70 km), magnitudo besar (M > 7,0 SR), dan mekanisme sesar naik atau sesar turun.

Tsunami dengan daya hancur masif umumnya lahir dari gempa besar dangkal di dekat dasar laut, terutama di zona subduksi tektonik.

Tumbukan antarlempeng menciptakan aktivitas seismisitas tinggi.

Saat lempeng bergeser, tumpukan energi menghasilkan gempa besar yang mampu memiringkan atau memindahkan area dasar laut hingga 1.000 km atau lebih.

Pergeseran vertikal mendadak mengganggu permukaan laut dan menghasilkan rambatan gelombang tsunami yang destruktif.

>>> Timnas Curacao Naiki Bus Sekolah Tua Tanpa Jendela Jelang Piala Dunia 2026

Gelombang tsunami dapat menjalar jauh dari titik sumber. Energi yang dibawa terus menyebarkan dampak kerusakan di sepanjang jalur lintasan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru