⌂ Beranda News Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural

Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural

Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural
Ilustrasi rupiah dan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan sentimen pasar terhadap negara berkembang.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara proporsional.

>>> Timnas Curacao Naiki Bus Sekolah Tua Tanpa Jendela Jelang Piala Dunia 2026

Menurutnya, pergerakan nilai tukar dan pasar modal adalah bagian dari siklus ekonomi yang wajar terjadi.

“Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia,” ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan bahwa daya tahan ekonomi tidak bisa diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham.

Yang lebih penting adalah kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja.

HKI menilai fundamental Indonesia sebagai tujuan investasi masih sangat kuat.

Faktor seperti pasar domestik besar, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, hilirisasi, dan jaringan kawasan industri menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.

>>> Prabowo Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden

Menurut HKI, justru dalam situasi seperti ini Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural.

Fokus utama bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat.

“Investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif,” lanjut Ma'ruf.

HKI mengapresiasi langkah koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah responsif menjaga stabilitas ekonomi nasional.

HKI meyakini momentum pelemahan ekonomi global bisa menjadi peluang bagi Indonesia. Banyak perusahaan multinasional meninjau ulang rantai pasok dan mencari lokasi investasi yang lebih efisien dan stabil.

“Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih.

>>> Danantara Pastikan Tata Kelola Ekspor Satu Pintu Berlangsung Transparan

Ini saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi,” ungkapnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru