Seorang calon pengantin asal Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Gina Yuniharti (24), menjadi korban penipuan layanan pernikahan (wedding organizer) bodong dari Kecamatan Paseh.
Penipuan ini menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah menjelang rencana pernikahannya yang seharusnya digelar pada Oktober mendatang.
>>> Mengapa Nilai Tukar Rupiah Rentan Terhadap Dolar AS Secara Berulang?
Aksi penipuan ini terungkap setelah pemilik jasa pernikahan tersebut menghilang dan memutus komunikasi secara sepihak.
Selain Gina, terdapat korban lain yang merupakan temannya sendiri. Teman Gina terpaksa membayar ulang biaya vendor demi melangsungkan akad pada Minggu (7/6/2026).
Kecurigaan mencuat ketika rekan korban mengonfirmasi kabar hilangnya pemilik usaha tersebut menjelang hari pernikahan.
Para korban kemudian disatukan dalam sebuah grup pesan singkat untuk mengoordinasikan situasi tersebut.
Gina menjelaskan bahwa ia awalnya tidak percaya ketika temannya yang memiliki vendor yang sama dengannya mengabarkan pemilik WO tersebut kabur.
>>> Solarky Tawarkan Garansi Baterai Kendaraan Listrik Hingga 8 Tahun
Setelah menyadari situasi tersebut, ia kemudian dimasukkan ke dalam grup WhatsApp yang berisi para korban lain dari penyedia jasa pernikahan bodong yang sama.
Berdasarkan rincian kerugian, Gina telah menyetorkan uang sebesar Rp29 juta dari total kesepakatan Rp38 juta kepada pelaku penipuan.
Sementara itu, rekan Gina yang menikah pada pekan ini telah menyerahkan dana sebesar Rp35 juta yang ternyata tidak diteruskan oleh pelaku ke pihak vendor.
Akibat kejadian ini, rencana pernikahan yang telah disusun menjadi tidak menentu karena sebagian besar dana anggaran telah diserahkan kepada pihak pengelola yang kabur.
>>> Timnas Indonesia U-19 Juara Grup A, Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Gina mengaku masih bingung mengenai kelanjutan rencana pernikahannya karena uang yang sudah dikeluarkan tidak sedikit.