⌂ Beranda News Pemerintah Kucurkan Rp1 Triliun untuk Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumatra
News

Pemerintah Kucurkan Rp1 Triliun untuk Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumatra

Lahan pertanian yang terdampak bencana di Sumatra
Lahan pertanian yang terdampak bencana di Sumatra
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah pusat mengucurkan dana lebih dari Rp1 triliun untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dan upaya penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penanganan maksimal terhadap lahan pertanian yang rusak.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal," kata Amran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Anggaran Rp1 triliun lebih tersebut akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur pertanian dan penyediaan sarana produksi bagi kelompok tani.

Program pemulihan ini terintegrasi dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, yang dirancang untuk menciptakan sektor pertanian lebih tangguh.

Rencana induk ini berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil panen, diversifikasi pangan, praktik pertanian berkelanjutan, penguatan kelembagaan, serta akses pasar bagi petani.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa dokumen ini menjadi panduan utama pemulihan fisik dan non-fisik.

Proses pemulihan permanen ini dijadwalkan berjalan selama tiga tahun, dari 2026 hingga 2028.

Realisasi Anggaran dan Capaian Rehabilitasi Lahan

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus mempercepat penyaluran bantuan sektor pertanian.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran yang telah disalurkan mencapai Rp877,126 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk proyek rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, dan pembangunan kembali jaringan irigasi.

Sebanyak 9.931 hektare lahan pertanian telah selesai direhabilitasi.

Capaian ini merupakan bagian dari target total pemerintah untuk menangani 42.702 hektare lahan pertanian yang terdampak bencana di ketiga provinsi tersebut.

📰 Update Terbaru