Beberapa kebiasaan sehari-hari kerap mendapat cap negatif karena dianggap sebagai tanda kemalasan. Mulai dari tidur siang, melamun, hingga memilih waktu sendirian, perilaku ini sering dipandang kurang produktif.
Namun, ternyata ada 10 kebiasaan yang disalahpahami sebagai kemalasan tetapi justru bermanfaat bagi kesehatan otak.
>>> Polres OKU Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk 200 Warga
Kebiasaan yang Baik untuk Otak
Mengambil jalan pintas saat memecahkan masalah. Individu dengan kemampuan kognitif tinggi sering menyelesaikan masalah kompleks secara efisien tanpa semua langkah yang biasa digunakan.
Tidur siang. Tidur singkat di siang hari dapat meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi, kewaspadaan, dan mengurangi kelelahan mental.
Menjauh dari situasi stres. Memberi jarak dari konflik atau tekanan emosional merupakan bagian dari kecerdasan emosional untuk menjaga keseimbangan mental.
Menolak terlalu banyak agenda sosial. Menjaga batasan sosial yang sehat membantu mengurangi kelelahan emosional dan memberi ruang pemulihan mental.
Melamun atau membiarkan pikiran mengembara.
Proses ini membantu otak mengolah informasi, menemukan solusi, dan memicu ide kreatif saat pikiran tidak terpaku pada satu tugas.
Tidak menyukai basa-basi. Individu dengan kemampuan sosial-kognitif baik lebih puas dengan diskusi bermakna dan mendalam daripada obrolan permukaan.
Mencari cara kerja yang lebih efisien.
>>> Rupiah Melemah ke Rp 18.188 per Dollar AS, Dipicu Kekhawatiran Fiskal dan Konflik Timur Tengah
Mengotomatiskan pekerjaan atau menggunakan teknologi menghemat energi mental sehingga perhatian bisa dialokasikan untuk tugas yang butuh pemikiran mendalam.
Menunda pekerjaan tertentu. Jeda sebelum mengerjakan tugas memberi waktu bagi otak memproses informasi, meski prokrastinasi berlebihan tetap tidak baik.
Terlalu lama mempertimbangkan pilihan sederhana.
Kebiasaan ini muncul karena seseorang terbiasa mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan konsekuensi untuk menghasilkan pilihan yang lebih matang.
Menikmati waktu sendirian. Meluangkan waktu sendiri menjadi kesempatan beristirahat dari tuntutan sosial, melakukan refleksi diri, dan memulihkan energi mental.
Produktivitas tidak selalu berarti terus-menerus sibuk.
Beberapa kebiasaan yang tampak seperti kemalasan justru menjadi cara otak untuk beristirahat, memproses informasi, dan bekerja lebih optimal.
>>> Super Indo Gelar Promo Belanja Hemat dari 4 hingga 10 Juni 2026
Yang terpenting adalah melakukannya secara seimbang tanpa mengganggu tanggung jawab sehari-hari.