⌂ Beranda News Rupiah Melemah ke Rp 18.188 per Dollar AS, Dipicu Kekhawatiran Fiskal dan Konflik Timur Tengah
News

Rupiah Melemah ke Rp 18.188 per Dollar AS, Dipicu Kekhawatiran Fiskal dan Konflik Timur Tengah

Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS
Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menunjukkan pelemahan
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,84 persen ke level Rp 18.188 per dollar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap anggaran belanja pemerintah dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sebelum penutupan, rupiah sempat terkontraksi hingga 165 poin atau 0,91 persen ke area Rp 18.201 per dollar AS.

Sentimen investor tertekan oleh kegelisahan terkait pembiayaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Kondisi fiskal tersebut memicu kekhawatiran meluasnya defisit neraca transaksi berjalan, terlebih dengan tren penyusutan surplus perdagangan Indonesia belakangan ini.

Potensi membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak mentah dunia turut meningkatkan permintaan dollar AS untuk kebutuhan impor energi.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pasar sedang mencermati kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan fiskal di tengah tuntutan anggaran jumbo.

Risiko eksternal diperparah oleh penurunan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 yang tercatat sebesar 144,9 miliar dollar AS, turun dari 146,2 miliar dollar AS pada April 2026.

Meskipun berada di posisi terendah dalam 23 bulan terakhir, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut masih memadai karena setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Bank sentral juga meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga seiring masih memadainya cadangan devisa yang dimiliki saat ini," ujar Ibrahim.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari memanasnya situasi geopolitik setelah Israel melancarkan serangan ke fasilitas petrokimia dan target militer di Iran.

📰 Update Terbaru