Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para mitra Eropa untuk membahas dukungan bagi Kyiv.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
>>> 10 Kebiasaan yang Sering Dianggap Malas tapi Baik untuk Otak
Ketiga pemimpin Eropa itu memimpin aliansi keamanan informal yang dikenal sebagai E3, yang menjadi salah satu sumber utama sokongan internasional untuk Ukraina.
Melalui pernyataan bersama, mereka memperluas dukungan terhadap proposal dialog langsung antara Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Inisiatif ini melibatkan partisipasi Amerika Serikat dan Eropa demi mengupayakan gencatan senjata.
"Para pemimpin memuji seruan Presiden Zelenskyy untuk mengakhiri perang secara diplomatik, sebagaimana dijelaskan dalam suratnya kepada presiden," bunyi pernyataan tersebut.
Surat terbuka yang dikirimkan Zelenskyy kepada Putin pada pekan lalu berisi usulan pertemuan tatap muka antara kedua belah pihak.
Namun, tawaran tersebut diabaikan oleh pemimpin Rusia karena dinilai tidak tampak tulus.
Putin menyatakan bahwa dirinya melihat tidak ada gunanya bertemu Zelenskyy sebelum kemungkinan kesepakatan damai tercapai.
Di Downing Street, Zelenskyy menyampaikan kepada Starmer bahwa Kyiv membutuhkan tambahan rudal untuk sistem pertahanan udara.
"I told Keir about the need for additional missiles for air defense systems and the things important for protecting energy infrastructure and preparing for winter," tulis pemimpin Ukraina itu di X.
Setelah pembicaraan pada Minggu (7/6), Starmer, Merz, dan Macron menegaskan peran kunci Eropa dalam penyelesaian konflik sebagai pendukung kuat Kyiv.
Inggris dan Prancis memimpin inisiatif bernama "Coalition of the Willing" untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina dalam proses perdamaian.
Sementara itu, Jerman tetap menjadi negara yang memberikan dukungan terbesar kepada Kyiv dalam jumlah absolut.
Serangan Drone Rusia di Fasilitas Nuklir Chernobyl
Sebelum pembicaraan berlangsung, sebuah drone Rusia menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat bekas pembangkit Chernobyl pada Minggu (7/6).