Fraksi Partai Golkar MPR RI mendorong penguatan landasan hukum penerbitan obligasi daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum bagi investor.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik di Tangerang Selatan, Banten, Senin (8/6/2026).
>>> KPK Tahan Dua Tersangka Swasta Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Instrumen obligasi daerah dinilai strategis untuk mendanai proyek produktif yang berdampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
Payung Hukum dan Kepercayaan Investor
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menekankan pentingnya payung hukum yang kuat. Menurutnya, obligasi daerah harus memiliki regulasi serupa Undang-Undang Surat Utang Negara.
"Investor akan melihat tata kelola dan kepastian hukum penerbitannya. Dari situlah kepercayaan akan tumbuh," ujar Mekeng.
Ia menambahkan bahwa instrumen ini krusial bagi kemajuan daerah. "Tanpa instrumen seperti obligasi daerah, saya tidak melihat daerah akan maju.
Obligasi daerah harus berbasis proyek produktif, seperti rumah sakit, pelabuhan, dan infrastruktur strategis," jelasnya.
Mekeng juga berharap ada dukungan penjaminan dari pemerintah pusat. Hal itu untuk memperkuat rasa aman bagi pelaku pasar modal.
"Kalau ingin menarik minat investor, harus ada jaminan yang memberikan rasa aman. Ini penting untuk membangun confidence pasar terhadap obligasi daerah," ungkapnya.
Kesiapan Pemerintah Daerah
Pelaku industri sekuritas menyambut baik wacana ini. Namun, mereka menyoroti kesiapan pemerintah daerah sebagai penerbit instrumen utang.
Direktur Mandiri Sekuritas Sherry Juwita Lestari menilai tantangan terbesar ada pada kesiapan pemda. "Secara regulasi sudah sangat mendukung dan mengakomodasi simplifikasi.
Namun, tantangan terbesar masih pada sisi kesiapan pemerintah daerah sebagai penerbit dan membangun pemahaman investor," ucapnya.
Sherry menyarankan fleksibilitas penentuan bunga karena kondisi pasar finansial yang dinamis. "Penetapan tingkat bunga tidak bisa dilakukan terlalu jauh sebelum penerbitan karena pasar obligasi sangat dinamis.
>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing
Tingkat imbal hasil harus mempertimbangkan kondisi pasar terkini serta premi risiko," katanya.
Ia juga menyarankan variasi tenor untuk merangkul lebih banyak investor. "Jika hanya diterbitkan dalam satu tenor panjang, sebagian investor tidak dapat berpartisipasi.