⌂ Beranda News Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200

Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200

Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus level Rp 18.200 pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Mata uang Garuda akhirnya ditutup pada Rp 18.188 per dolar AS, melemah 0,84 persen sejak awal pekan akibat tekanan pasar modal yang berlangsung sejak akhir Januari 2026.

>>> TVS Motor Company Perluas Pasar Motor Listrik Lewat Ojol di Bandung

Bank Indonesia merespons dengan memperketat intervensi pasar keuangan.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan kesiapan bank sentral dalam mengawal pergerakan rupiah di pasar domestik maupun luar negeri.

"BI akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga," ujar Destry.

Tujuh Langkah Stabilisasi

Bank sentral melakukan tujuh langkah stabilisasi yang mencakup intervensi langsung, penarikan modal melalui Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI), pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, hingga pembatasan pembelian valas menjadi maksimal 25.000 dolar AS per orang per bulan.

Intervensi diwujudkan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder senilai Rp 133,39 triliun secara year to date.

BI juga menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026.

Selain itu, bank sentral mendorong penggunaan mata uang lokal lewat skema Local Currency Transaction (LCT) dengan China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

"Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan di April," kata Destry.

Upaya stabilisasi didukung pula oleh kebijakan penurunan batas pembelian valas tanpa dokumen pendukung dari 50.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS dengan masa transisi satu bulan.

>>> Investor Global Suntik Alphabet Rp 1.545 Triliun untuk Infrastruktur AI

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa pengetatan ini berkaca pada kesuksesan kebijakan pembatasan sebelumnya yang diterapkan pada 1 April lalu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru