⌂ Beranda News Telkom Indonesia Buyback Saham Rp 4 Triliun, Ini Rencananya

Telkom Indonesia Buyback Saham Rp 4 Triliun, Ini Rencananya

Telkom Indonesia Buyback Saham Rp 4 Triliun, Ini Rencananya
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Telkom Indonesia 2025
A A Ukuran Teks16px

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan anggaran Rp 4 triliun.

Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/6/2026).

>>> IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,14, TLKM Terpukul Hingga ARB

Jadwal dan Tujuan Buyback

Buyback saham dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai pemegang saham dan menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Manajemen menegaskan komitmen untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan melalui strategi pengelolaan modal.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan keputusan RUPST menegaskan fokus perusahaan pada penguatan nilai.

Perusahaan menargetkan penguatan ekosistem digital nasional melalui eksekusi rencana kerja yang terarah.

"Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur," ujar Dian.

>>> Kemensos Jangkau 300 Calon Siswa Sekolah Rakyat di Aceh

Ia menambahkan, setiap langkah diharapkan berkontribusi membangun ekosistem digital yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.

Kinerja Keuangan dan Transformasi

Sepanjang 2025 hingga kuartal I-2026, Telkom menggenjot transformasi TLKM 30 melalui empat pilar utama.

Pilar tersebut meliputi efisiensi operasional lewat program TOTEX, optimalisasi arus kas, kebijakan Pensiun Dini, dan Governance Reset.

Realisasi keuangan 2025 mencatat pendapatan total Rp 146,74 triliun dan EBITDA Rp 72,24 triliun.

Laba bersih perseroan mencapai Rp 17,81 triliun.

Kontraksi laba bersih dipengaruhi percepatan depresiasi aset yang bersifat non-cash, sehingga fundamental bisnis tetap kuat.

>>> Timnas Mozambik Percaya Diri Hadapi Indonesia di SUGBK

"Meskipun menghadapi tekanan industri, fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas kian menguat," pungkas Dian.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru