⌂ Beranda News Investor Global Kurangi Investasi Akibat Ketidakpastian Kebijakan Domestik Indonesia

Investor Global Kurangi Investasi Akibat Ketidakpastian Kebijakan Domestik Indonesia

Investor Global Kurangi Investasi Akibat Ketidakpastian Kebijakan Domestik Indonesia
Ilustrasi grafik pasar keuangan Indonesia yang menunjukkan tekanan
A A Ukuran Teks16px

Pasar keuangan dalam negeri mengalami tekanan besar akibat derasnya arus keluar dana asing dan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Penurunan kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan domestik menjadi pemicu utama fenomena yang dikenal sebagai "Sell Indonesia".

>>> Christian Eriksen Konfirmasi Kondisi Membaik Usai Kolaps di Laga Uji Coba

Investment Specialist KISI Sekuritas Ahmad Faris Mu'tashim menilai faktor internal lebih dominan dibandingkan gejolak global dalam memengaruhi keputusan investor.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang keliru menjadi mekanisme koreksi kinerja.

Ahmad Faris Mu'tashim menyebut program pemerintah sebenarnya memiliki tujuan baik. Namun, pola komunikasi yang kurang efektif membuat pelaku pasar was-was dan menimbulkan ketidakpastian.

Regulasi yang dirilis pada momentum tidak tepat juga menjadi sorotan. Contohnya, pengetatan RKAB di tengah pelemahan rupiah membatasi kapasitas produksi saat ekspor seharusnya bisa dimanfaatkan untuk windfall.

Perubahan regulasi yang mendadak meningkatkan risk premium. Pelaku pasar harus memperhitungkan risiko tambahan yang sebenarnya bisa dihindari jika kebijakan dikomunikasikan dengan baik.

>>> Michael Olise Cetak Hattrick, Perancis Taklukkan Irlandia Utara 3-1

Kinerja Pasar Saham Terburuk

Media asing The Straits Times melaporkan bahwa pasar saham Indonesia mencatat kinerja terburuk di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg sepanjang 2026.

Head of Research K2 Asset Management George Boubouras menyoroti aktivitas perdagangan di Asia dengan istilah "sell Indonesia".

Asia Head of Rates and Foreign Exchange Strategy J. P.

Morgan Private Bank Tang Yuxuan menambahkan bahwa ketidakpastian politik domestik membuat investor global memilih menunggu hingga arah kebijakan lebih dapat diprediksi.

Pemerintah berargumen bahwa kebijakan agresif diperlukan untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan meningkatkan posisi dalam rantai pasok global.

>>> Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan Beruntun Lawan Mozambik di GBK

Meski sektor riil dan konsumsi masih positif, kepercayaan investor tetap tertekan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru