Sebuah tim peneliti berhasil menemukan pohon tertinggi di Asia Timur yang tersembunyi di dalam lembah terpencil di Taiwan.
Cemara raksasa tersebut dinamai "Pedang Langit dari Sungai Da'an" sebagai penghormatan terhadap senjata legendaris dari novel fiksi bela diri karya Jin Yong.
>>> Polres Bogor Tetapkan Pemilik Anjing Pemburu Babi Tersangka
Pohon jenis Taiwania cryptomerioides ini menjulang setinggi 84,1 meter dan diperkirakan telah berusia sekitar 1.000 tahun.
Masyarakat adat Rukai yang mendiami wilayah pegunungan selatan pulau tersebut kerap menjuluki spesies ini sebagai pohon yang menyentuh bulan.
Upaya untuk mengidentifikasi pohon raksasa ini membutuhkan waktu hingga satu dekade.
Sebagai pembanding, pohon hidup tertinggi di dunia saat ini adalah Hyperion, sebuah pohon coast redwood di Taman Nasional Redwood California yang memiliki tinggi 116 meter.
Proses Penemuan dan Teknologi yang Digunakan
Proses dokumentasi pohon-pohon tertinggi di pulau ini dilakukan oleh sekelompok pencari pohon yang bekerja sejak tahun 2014.
Tim ahli ini terdiri atas pemanjat profesional, pakar ekologi, ahli geologi, serta spesialis penginderaan jauh.
Mereka melakukan survei pemindaian udara selama bertahun-tahun untuk menyusun Peta Pohon Raksasa Taiwan serta mengumpulkan masukan dari ilmuwan warga.
Tim mengidentifikasi Pedang Langit secara konvensional dengan memanjat pohon tersebut dan menjatuhkan pita pengukur dari bagian puncaknya.
Penulis utama studi dari Institut Penelitian Kehutanan Taiwan, Dr. Rebecca Chia-Chun Hsu, menjelaskan bahwa curah hujan yang melimpah dan iklim yang stabil mendukung pertumbuhan ini.
Faktor tersebut menjadikan Taiwan salah satu lingkungan yang mampu menopang pertumbuhan pohon tua raksasa secara berkelanjutan hingga ratusan atau ribuan tahun.
Hutan purba Taiwan sempat menyusut akibat penebangan kayu industri yang masif antara tahun 1912 dan 1991.
Kendati demikian, medan pulau yang sangat terjal berhasil menjaga pohon-pohon tua ini tetap aman dari jangkauan para penebang.
Tim pencari pohon ini pertama kali berkumpul 12 tahun yang lalu setelah menyadari bahwa identifikasi dari permukaan tanah sangat sulit dilakukan.