⌂ Beranda News OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Aplikasi Super dalam Beberapa Pekan

OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Aplikasi Super dalam Beberapa Pekan

OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Aplikasi Super dalam Beberapa Pekan
Ilustrasi ChatGPT sebagai aplikasi super
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan teknologi OpenAI berencana melakukan perombakan besar terhadap ChatGPT dengan mengubah platform kecerdasan buatan tersebut menjadi sebuah aplikasi super (super app) dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah ini dilansir dari laporan Financial Times yang dikutip Detik iNET.

>>> Apple Resmi Luncurkan iOS 27 dengan Optimalisasi Siri AI

Tujuannya untuk mendorong pengguna memanfaatkan berbagai fitur produktivitas seperti pemrograman, pembuatan gambar, hingga integrasi layanan pihak ketiga dari mitra resmi seperti Canva dan Booking.

com.

Melalui pembaruan sistem tersebut, aplikasi ChatGPT versi terbaru bakal memberikan sorotan lebih besar pada layanan coding berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perubahan ini mencerminkan keyakinan manajemen OpenAI bahwa masa depan AI tidak lagi terbatas pada ruang obrolan chatbot biasa, melainkan beralih ke agen AI yang mampu mengeksekusi berbagai tugas spesifik milik pengguna.

Pernyataan mengenai perubahan arah pengembangan produk ini juga dikonfirmasi langsung secara internal oleh pihak perusahaan.

"Chat sudah mati," kata seorang karyawan senior OpenAI yang tidak disebut namanya, seperti dikutip dari Financial Times, Selasa (7/6/2026).

Strategi bisnis baru tersebut mempertegas pergeseran fokus OpenAI yang kini sedang gencar menggarap sistem agen personal terintegrasi untuk berbagai kebutuhan masyarakat modern.

"Apa yang sedang kembangkan adalah Anda akan memiliki agen pribadi yang dapat membantu Anda...

>>> Mirah M Fahmid Desak Kesiapan Matang Transisi Energi Nasional 2060

dalam segala hal dalam hidup Anda, baik dalam kehidupan pribadi atau kerja," ujar Thibault Sottiaux, kepala produk dan platform di OpenAI.

Sottiaux menambahkan bahwa tim pengembang OpenAI saat ini sedang merancang agen pribadi virtual tersebut agar dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai perangkat, mulai dari aplikasi ponsel pintar, komputer desktop, hingga sistem komputasi kendaraan.

Meskipun platform ChatGPT sudah berhasil menjaring hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia, mayoritas dari basis massa tersebut masih memanfaatkan layanan AI ini secara gratis tanpa biaya langganan.

Oleh karena itu, jajaran eksekutif OpenAI berambisi menjadikan ChatGPT sebagai pintu gerbang utama untuk memikat dan mengarahkan pengguna ke produk komersial berbayar seperti Codex.

Saat ini, mayoritas pengguna layanan pengodean otomatis Codex merupakan segmen bisnis berbayar dengan total mencapai dua juta pelanggan.

Segmen ini menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan OpenAI dan diproyeksikan tumbuh hingga 50 persen pada akhir tahun 2026.

Basis pengguna aktif mingguan Codex kini telah menembus angka lima juta orang, melonjak enam kali lipat sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada bulan Februari lalu.

Melalui perombakan ChatGPT ini, OpenAI berupaya mempertahankan daya saing globalnya terhadap kompetitor utama mereka, Anthropic, yang memiliki produk Claude Code yang sangat populer di kalangan korporasi serta pemrogram.

>>> Studi Oxford: Kesenjangan Digital Gender Masih Lebar di Negara Miskin

Persaingan ketat antara kedua raksasa teknologi AI ini juga semakin memanas menyusul pengumuman rencana mereka untuk segera melantai di bursa saham dalam waktu dekat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru