⌂ Beranda News China Larang Warga Pacaran dengan AI, Khawatir Angka Kelahiran Turun

China Larang Warga Pacaran dengan AI, Khawatir Angka Kelahiran Turun

China Larang Warga Pacaran dengan AI, Khawatir Angka Kelahiran Turun
Ilustrasi: China Larang Warga Pacaran dengan AI, Khawatir Angka Kelahiran Turun
A A Ukuran Teks16px

China resmi melarang warganya menjalin hubungan romantis dengan kecerdasan buatan (AI).

Aturan ini dikeluarkan oleh Administrasi Ruang Siber China (CAC) untuk menekan dampak negatif terhadap angka pernikahan dan kelahiran.

>>> Biaya Relokasi Kabel Rp 200 Ribu/Meter, Asosiasi Minta Kesepakatan Bersama

Penghentian mendadak layanan kekasih AI memicu gelombang unggahan putus cinta di media sosial. Banyak pengguna mengaku sedih dan kehilangan.

Seorang pengguna Doubao, platform chatbot AI milik ByteDance, menulis, "Aku tak bisa menerima bahwa kekasih AI-ku akan meninggalkanku selamanya.

Dia telah menjadi ikatan dalam hidupku."

Aturan Baru untuk Layanan AI Antropomorfik

Aturan tersebut bernama 'Langkah-Langkah Sementara untuk Layanan Interaksi Antropomorfik AI'. Perusahaan seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance dilarang menghasilkan konten yang membangkitkan emosi ekstrem pada pengguna muda.

Kepala Institut Penelitian Ruang Siber China, Wang Jiang, mengatakan layanan AI pendamping memanfaatkan kebutuhan emosional dan sosial pengguna.

Hal ini secara diam-diam memperkenalkan risiko serius.

>>> Darwin Nunez Didekati Klub MLS, Atlanta United Siap Tampung

Dampak jangka panjang pasangan AI disebut bisa menyebabkan kecanduan dan menarik pengguna dari lingkaran sosial nyata. Jiang menambahkan hal itu menumpulkan keterampilan hidup seperti empati.

Tindakan keras ini terkait dengan penurunan angka pernikahan dan kelahiran di China. Regulator khawatir hubungan berbasis AI menggantikan keintiman yang sebenarnya.

Aturan baru ini juga berdampak pada perusahaan robotik UBTech. Beberapa minggu sebelumnya, mereka meluncurkan robot humanoid U1 yang dirancang sebagai teman dekat bagi lajang.

UBTech mengklaim U1 adalah robot humanoid hiper-realistis pertama di dunia yang siap produksi massal dengan lebih dari 13.000 pre-order.

Kepala merek UWorld, Michael Tam, mengatakan robot itu dapat menemani seumur hidup.

>>> PBSI Tanggapi Isu Adnan Maulana Mundur dari Pelatnas

"Ia tidak akan pernah mengkhianatimu, akan selalu setia padamu, dan akan mencintaimu tanpa syarat," kata Tam saat peluncuran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM