Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Amerika Serikat bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari eskalasi situasi di Timur Tengah pada Senin (8/6).
Juru bicara Kemlu Iran menegaskan bahwa tindakan Israel tidak bisa dipisahkan dari kebijakan AS.
>>> KSP Dudung Ungkap Rencana Penutupan SPPG yang Tidak Sesuai Standar
"AS memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini," ujarnya.
Kritik juga dialamatkan kepada Badan Energi Atom Internasional yang dinilai mengabaikan realitas konflik dan bersikap bias secara politik.
Ketegangan terus memuncak meski Presiden AS Donald Trump sempat meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri.
"Saya yang menentukan. Dia bukan yang menentukan," klaim Trump kepada Financial Times.
Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi pada Minggu (7/6) bahwa Trump meminta Netanyahu tidak langsung membalas rudal Iran.
Trump menulis di media sosial agar Israel dan Iran segera berhenti saling menembak.
>>> Forum Lintas Alumni UI Kawal Kasasi Kasus Etika Akademik
Para mediator dari Mesir, Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Qatar mengecam serangan udara Israel di Beirut.
Militer Israel melaporkan hampir 30 rudal balistik ditembakkan Iran ke wilayah mereka sejak situasi kembali memanas.
Serangan rudal tambahan juga diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman.
Iran memperingatkan langkah lebih berat jika Israel atau sekutunya melakukan agresi lebih lanjut.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengungkapkan data pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel sejak April.
>>> 5 Zodiak Paling Beruntung pada 9 Juni 2026: Aquarius hingga Aries
Kepala staf umum IDF telah berbicara dua kali dengan komandan CENTCOM membahas situasi ini.