Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah ke zona hijau pada perdagangan sesi siang. Indeks bangkit dari tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan IHSG ikut mendorong penguatan signifikan pada saham emiten perbankan berkapitalisasi besar. Saham bank raksasa tanah air kompak menguat.
>>> Elnusa Bagikan Dividen Tunai Rp 323 Miliar dari Laba 2025
Sektor finansial yang mencatat kenaikan meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Di antara saham perbankan kakap, BBNI menempati posisi teratas dengan pertumbuhan nilai tertinggi. Hingga pukul 11.00 WIB, harga saham BBNI melonjak 100 poin atau 3,32 persen.
Apresiasi ini membawa saham BBNI ke level Rp 3.110 per lembar. Performa positif tersebut diikuti oleh pergerakan saham bank pelat merah lainnya.
Saham BMRI ikut meroket 100 poin atau naik 2,70 persen pada periode yang sama. Pertumbuhan ini memosisikan saham BMRI di level Rp 3.810 per lembar.
Selanjutnya, penguatan tajam dialami saham BBRI.
Hingga pukul 10.59 WIB, saham bank milik negara ini terapresiasi 70 poin atau 2,70 persen ke level Rp 2.660 per lembar.
Sementara itu, saham BBCA terpantau merangkak naik meski dalam rentang lebih terbatas.
>>> Baterai SLA Masih Relevan untuk Motor Listrik Jarak Dekat
Saham BBCA bertambah 50 poin atau 1,03 persen menuju posisi Rp 4.900 per lembar pada pukul 10.59 WIB.
Aktivitas Perdagangan Bursa Efek Indonesia
Laju penguatan saham perbankan kakap ini terjadi beriringan dengan rebound pasar modal secara keseluruhan.
Berdasarkan data perdagangan pukul 09.00 WIB, indeks langsung menguat 81,66 poin atau naik 1,53 persen.
Peningkatan tersebut mengantarkan IHSG ke level 5.423,80.
Pada pembukaan, indeks berada di posisi 5.344,69, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di level 5.342,14.
Aktivitas transaksi di lantai bursa berjalan cukup padat sejak awal sesi. Volume perdagangan saham tercatat sekitar 1,02 miliar saham.
>>> Habiburokhman Puji Mensesneg Prasetyo Hadi Mirip Moerdiono dalam Rapat Paripurna
Secara keseluruhan, nilai transaksi mencapai Rp 986,5 miliar dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 68.740 kali. Pergerakan ini merefleksikan kembalinya sentimen positif dari para pelaku pasar.