⌂ Beranda News Optimisme CEO Asia Pasifik Menurun di Tengah Ketidakpastian Global

Optimisme CEO Asia Pasifik Menurun di Tengah Ketidakpastian Global

Optimisme CEO Asia Pasifik Menurun di Tengah Ketidakpastian Global
Ilustrasi CEO Asia Pasifik menghadapi ketidakpastian bisnis
A A Ukuran Teks16px

Tingkat optimisme para pemimpin perusahaan di Asia Pasifik terhadap prospek bisnis dalam satu tahun ke depan terus menurun.

Ketidakpastian global yang masih tinggi membuat pelaku usaha menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks memasuki semester II-2026.

>>> Petugas Transjakarta Evakuasi Penumpang Kejang di Halte Trikora

Tekanan tersebut tecermin dari menurunnya tingkat keyakinan para CEO terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.

Hasil PwC Global CEO Survey 2020-2026 menunjukkan hanya 21 persen CEO di kawasan Asia Pasifik yang optimistis terhadap pertumbuhan bisnis dalam 12 bulan mendatang.

"Kalau dilihat dari laporan PwC Global CEO Survey 2020-2026, menunjukkan hanya 21 persen CEO di Asia Pasifik yang merasa yakin terhadap prospek pertumbuhan 12 bulan ke depan, turun dari 34 persen di tahun lalu," ujar CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi dalam Grab Business Forum 2026, Selasa (9/6/2026).

Neneng mengatakan, dunia usaha saat ini bergerak dalam lanskap yang berubah sangat cepat.

Perusahaan tidak lagi hanya menghadapi satu jenis risiko, melainkan berbagai tekanan yang datang secara bersamaan dari faktor ekonomi, geopolitik, hingga perkembangan teknologi.

Meski optimisme menurun, ia menilai perusahaan tetap harus mencari peluang untuk bertumbuh. Namun, strategi pertumbuhan yang selama ini digunakan tidak lagi cukup untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat.

"Apapun yang terjadi, kita tetap harus bertumbuh. Nah, di Grab, kami percaya bahwa peluang pertumbuhan masih sangat terbuka.

Namun, ruang untuk tumbuh itu dengan cara yang lama semakin sempit," katanya.

Karena itu, Neneng menekankan pentingnya disiplin dalam menentukan prioritas bisnis dan mempercepat eksekusi. Setiap langkah yang diambil harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

>>> KPK Sita Rp2 Miliar, Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Suap

"Nah, dalam situasi seperti ini, pemimpin perusahaan tentunya perlu berpikir lebih tajam dan lebih disiplin tentang bagaimana cara kita bertumbuh," ujarnya.

Ia menambahkan, peluang pertumbuhan masih tersedia bagi perusahaan yang mampu beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar dan memanfaatkan teknologi secara efektif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru