Pemerintah Australia menghentikan sementara proses pendaftaran bagi kampus dan lembaga pelatihan swasta baru yang ingin menerima mahasiswa internasional.
Kebijakan ini berlaku mulai 19 Mei 2026 hingga 19 Mei 2027.
>>> Lionel Messi Dekati Cristiano Ronaldo di Daftar Pesepakbola Miliarder
Selama periode satu tahun tersebut, seluruh lembaga pendidikan vokasi (VET) serta penyedia kursus bahasa Inggris (ELICOS) swasta yang baru tidak diizinkan mengajukan permohonan registrasi ke Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS).
Pembatasan ini tidak berlaku bagi institusi pendidikan milik publik. Sekolah negeri, Technical and Further Education (TAFE), serta universitas negeri di seluruh Australia tetap dapat berjalan normal.
Pihak otoritas Australia menyatakan bahwa penangguhan registrasi ini hanya menyasar penyedia pendidikan swasta yang baru didirikan serta pembukaan program baru untuk mahasiswa asing.
Langkah ini diambil untuk memberi ruang bagi regulator dalam menuntaskan pemeriksaan berkas yang sudah masuk.
"Penangguhan sementara ini memungkinkan regulator (ASQA) untuk fokus pada permohonan yang sudah ada untuk penyedia dan program CRICOS baru, serta terus melakukan pemeriksaan integritas secara mendalam," demikian keterangan Pemerintah Australia pada laman resminya.
Menjaga Reputasi dan Kualitas Pendidikan
Kebijakan pengetatan ini berjalan beriringan dengan upaya masif pemerintah dalam mengawasi permohonan visa pelajar. Penertiban ini dipandang krusial untuk menjaga standar kualitas sektor pendidikan internasional.
Asisten Menteri Pendidikan Internasional Australia, Julian Hill, menegaskan bahwa pintu bagi pelajar asing tidak sepenuhnya tertutup. Namun, pembenahan sistem tetap menjadi prioritas utama.
"Australia tetap terbuka bagi mahasiswa yang benar-benar ingin belajar, tetapi kami perlu melindungi reputasi negara ini dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi," ujarnya.
Menurut Hill, penangguhan tersebut bukan keputusan yang mudah. Ia menilai munculnya banyak lembaga baru di tengah melambatnya jumlah mahasiswa internasional menimbulkan kekhawatiran.
>>> Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Hong Kong 3-0 di AVC Cup 2026
"Sejujurnya, hal itu menimbulkan kecurigaan," lanjut Hill.
Bagi lembaga pendidikan swasta yang sudah terdaftar resmi, mereka masih diperbolehkan untuk memperbarui program studi.