⌂ Beranda News Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026

Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026

Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan
A A Ukuran Teks16px

Menjelang Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino menunjukkan kedekatan yang mencolok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Infantino terlihat mengenakan topi bisbol bertuliskan USA saat duduk di panggung dalam pertemuan Board of Peace yang dipimpin Trump.

>>> Shao Jiayi Waspadai Kecepatan Thailand Jelang Laga Uji Coba di Jinhua

Ia juga memberikan FIFA Peace Prize yang baru dibuat kepada Trump saat undian Piala Dunia.

Berdasarkan statuta FIFA, organisasi ini seharusnya netral secara politik.

Namun, sikap Infantino memunculkan kesan bahwa ia tidak lagi menjaga jarak antara politik olahraga internasional dan kepentingan sebuah negara.

Fakta bahwa Amerika Serikat sedang berperang dengan Iran menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Belum pernah ada negara tuan rumah Piala Dunia yang terlibat konflik militer dengan salah satu tim peserta.

Pembatasan Visa dan Harga Tiket

Pembatasan visa bagi penggemar dari sejumlah negara juga menuai kritik.

Pengetatan aturan visa membuat pendukung dari beberapa negara peserta hampir tidak punya kesempatan untuk datang langsung ke stadion.

Untuk Iran dan Haiti, larangan masuk penuh berlaku bagi penonton. Hanya tim dan staf pendukung mereka yang diizinkan masuk.

Penggemar dari Senegal dan Pantai Gading juga hampir mustahil bisa menonton pertandingan secara langsung karena penerbitan visa turis bagi warga kedua negara itu sebagian besar telah dihentikan.

Salah satu alasannya, pada masa lalu, banyak pelancong dari negara-negara tersebut tinggal di AS melebihi masa berlaku visa mereka.

Pada satu titik, pemerintah AS sempat memberlakukan uang jaminan hingga $15.000 atau sekitar Rp270 juta bagi pengunjung dari sejumlah negara.

Uang itu akan dikembalikan setelah mereka meninggalkan AS. Kebijakan ini dicabut untuk banyak pemegang tiket tidak lama sebelum turnamen dimulai.

Kebijakan imigrasi AS dan kemungkinan adanya operasi dari petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) ikut memicu rasa tidak nyaman.

Menjelang acara tersebut, pemerintah AS menolak menutup kemungkinan adanya pemeriksaan atau penangkapan di sekitar stadion Piala Dunia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru