Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kombinasi dinamika atmosfer memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di berbagai daerah.
>>> Tajikistan Kalahkan India dalam Laga Uji Coba FIFA
Dampaknya, sejumlah wilayah juga diperkirakan menghadapi potensi angin kencang.
Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat
Maluku menjadi sorotan utama pada 10 Juni 2026 dengan potensi guyuran hujan lebat hingga sangat lebat.
Sebanyak 23 wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Potensi serupa juga diprediksi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Wilayah Indonesia Timur seperti Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua turut masuk dalam daftar.
>>> Eza Gionino Pukul Roby Tremonti Saat Konferensi Pers Tinju Ancol Championship
Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG memetakan sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudera Pasifik timur Filipina dan Selat Makassar sebagai pemicu daerah konvergensi serta konfluensi.
Daerah perlambatan angin atau konvergensi lain terpantau terbentuk dari Laut Andaman, Samudera Hindia barat Sumatera Barat, beberapa wilayah Kalimantan, Gorontalo, beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Potensi Angin Kencang
Selain potensi hujan, BMKG memprakirakan wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara berpotensi dilanda angin kencang.
Kondisi ini melanjutkan peringatan dini pada Selasa, 9 Juni 2026, saat BMKG menetapkan status siaga untuk Kalimantan Barat akibat potensi gangguan aktivitas dari banjir dan longsor.
>>> PSSI Proses Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk Timnas Indonesia
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.