⌂ Beranda News Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz Usai Insiden Helikopter

Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz Usai Insiden Helikopter

Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz Usai Insiden Helikopter
Ilustrasi Selat Hormuz dan helikopter Apache militer
A A Ukuran Teks16px

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak pasukan militer asing untuk segera meninggalkan kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya.

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 10 Juni 2026, guna menghindari risiko terjebak dalam pertempuran bersenjata.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

Desakan tersebut muncul setelah jatuhnya helikopter Apache milik Amerika Serikat di Selat Hormuz yang masuk dalam wilayah Iran.

Pihak Washington mengonfirmasi bahwa armada itu menjadi pesawat berawak kedua yang jatuh setelah hilangnya jet tempur F-15 pada April lalu.

Ancaman bagi Gencatan Senjata

Insiden ini menjadi ancaman baru bagi kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak 8 April. Saat itu, AS dan Iran tengah berunding untuk mengakhiri perang.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa perairan Selat Hormuz terbagi bersama Oman dan bukan wilayah internasional.

"Selat Hormuz BUKAN merupakan perairan internasional tetapi terbagi antara Iran dan Oman," kata Araghchi melalui unggahan di media sosial X.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di Gelora Bung Karno

"Pasukan asing yang berada di dekat wilayah kami selalu menghadapi risiko karena kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau potensi terjebak dalam baku tembak," tambahnya.

Araghchi menekankan bahwa penarikan mundur pasukan adalah opsi paling aman untuk meminimalkan potensi bahaya.

"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik bagi mereka adalah meninggalkan lokasi," ujar Araghchi.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan respons keras. Trump menyatakan telah menerima laporan mengenai jatuhnya helikopter canggih militer AS saat menjalankan tugas patroli.

"Tadi malam Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz," ujar Trump.

>>> John Herdman Santai soal Pelatih Vietnam Pantau Timnas Indonesia

Meskipun dipastikan tidak ada awak pesawat yang mengalami luka-luka, Washington menyatakan tidak akan tinggal diam. "Amerika Serikat harus balas serangan ini," kata Trump.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru