Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang kegembiraannya atas tersingkirnya Iran dari Piala Dunia 2026 viral di media sosial.
Dilansir dari ESPN, Iran gagal melaju ke babak selanjutnya setelah finis di posisi kesembilan dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik.
>>> Martinez: Keputusan Wasit Tepat, Portugal Beruntung Lawan Kroasia
Hanya delapan tim teratas yang berhak lolos.
Iran mengumpulkan tiga poin dari tiga hasil imbang di fase grup. Poin tersebut sama dengan Senegal, namun Senegal unggul selisih gol.
Mullin menyatakan kegembiraannya karena Iran tidak akan kembali ke AS untuk bertanding. "Saya senang mereka sudah selesai, dan mereka tidak akan kembali," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Saya sangat senang ketika kami dapat mencabut visa mereka dan mengatakan mereka dapat meninggalkan tanah AS.
Saya akan bernyanyi dan menari."
>>> Politikus Prancis Balas Ejekan Turis AS Soal AC Minim Saat Gelombang Panas
Iran menjalani pertandingan fase grup di Los Angeles. Sebelumnya, mereka sempat ditolak visa untuk bermarkas di Arizona, sehingga harus menetap di Tijuana, Meksiko.
Hubungan geopolitik kedua negara yang memanas turut mempengaruhi situasi ini. Timnas Iran juga mengeluhkan harus mengurus logistik sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan kekecewaan. Juru bicara FFIRI menilai politik AS ikut campur dalam Piala Dunia 2026.
"Rakyat Iran sudah terbiasa dengan perlakuan buruk dan kebohongan pejabat AS, jadi tidak ada seorang pun di Iran yang terkejut dengan pernyataan itu," kata juru bicara FFIRI.
Pernyataan Mullin dinilai menunjukkan kurangnya komitmen terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang diharapkan dari negara tuan rumah acara olahraga global.
>>> Oppo Reno 16 Series Resmi Meluncur di RI, Mulai Rp 7,9 Juta
"Itu turut mencerminkan tingkat kekanak-kanakan yang bahkan tidak dapat mentolerir kehadiran tim sepakbola yang berkompetisi di panggung terbesar dunia," tutupnya.