Kota Seattle di negara bagian Washington, AS, menyimpan daya tarik tersembunyi bagi para pelancong yang menyukai petualangan berbeda.
Di balik kemegahan Stadion Lumen Field, terdapat rahasia kelam di bawah aspal jalanan.
>>> SPBU bp dan Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi per 10 Juni 2026
Jauh di bawah distrik bersejarah Pioneer Square, terbentang jaringan labirin yang dikenal sebagai Seattle Underground. Jaringan ini merupakan reruntuhan kota asli abad ke-19 yang sengaja dikubur.
Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1889, kota Seattle hangus total akibat kebakaran besar.
Saat bersiap membangun kembali, pemerintah kota dihadapkan pada masalah topografi asli yang sangat rendah dan sering terendam banjir rob.
Pemerintah kemudian mengambil keputusan radikal: meninggikan jalan raya satu hingga dua tingkat di atas permukaan lama. Caranya dengan membangun dinding beton lalu menimbunnya dengan tanah.
Akibatnya, seluruh lantai dasar bangunan, etalase toko, dan trotoar kuno Seattle abad ke-19 tertimbun di bawah tanah.
Jaringan labirin bawah tanah ini awalnya membentang di bawah 31 blok kota.
Pelestarian Lewat Wisata Sejarah
Saat ini, publik tidak dapat mengakses seluruh jaringan tersebut secara bebas. Wisatawan dapat menjelajahi kota mati ini melalui Bill Speidel's Underground Tour yang dibuka sejak 1965.
Tur ini berawal dari inisiatif seorang jurnalis dan pegiat sejarah lokal bernama Bill Speidel.
>>> Apple Resmi Umumkan iOS 27 dengan Fokus pada Fitur AI
Ia melihat potensi besar dari sejarah Seattle yang terkubur lalu mengorganisasi tur untuk menyelamatkan distrik kuno Pioneer Square dari rencana pembongkaran.
Upaya pelestarian itu berhasil menjaga kawasan bersejarah ini hingga menjadi objek wisata ikonis di Seattle.
Meskipun rute wisata hanya mencakup beberapa blok utama, pengunjung dapat melihat gambaran kehidupan abad ke-19.
Petualangan menyusuri lorong bawah tanah berlangsung sekitar 75 menit.
Untuk menikmati pengalaman tersebut, turis perlu merogoh kocek sekitar USD 22-25 atau Rp 350.000-405.000 per orang.
Suasana di dalam lorong terasa janggal sekaligus magis dengan penerangan lampu kuning remang.
Pengunjung disuguhi pemandangan pintu toko kuno, papan nama usang, jendela berdebu, serta bilik kayu tua yang menghadap dinding tanah kosong.
>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.744 pada 10 Juni 2026 sebelum Berbalik Menghijau
Ketika bagian atas kota riuh oleh gemuruh suporter bola, beberapa meter di bawah kaki mereka terbentang keheningan total dari sisa peradaban masa lalu yang kini dihuni cerita hantu lokal.