Arezoo Eskandari, perempuan berusia 35 tahun asal Iran, memilih cara unik untuk menyebarkan pesan perdamaian, persahabatan, dan saling pengertian antarbangsa.
Ia mengayuh sepeda hingga ribuan kilometer melintasi berbagai negara di Asia.
>>> Adidas Sematkan Sensor Canggih Berbaterai pada Bola Piala Dunia 2026
Petualangan Arezoo dimulai tujuh bulan lalu dari China. Ia terbang langsung dari Iran ke Negeri Tirai Bambu untuk memulai ekspedisinya.
"China menjadi bagian tersulit karena itu negara pertama dalam perjalanan ini. Saya baru memulai dan harus beradaptasi dengan banyak hal.
Selain itu, tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi menjadi tantangan," kata Arezoo di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Sebagai seorang Muslim, Arezoo sempat kesulitan mencari makanan halal, terutama di kota-kota kecil China. "Kadang sangat sulit menemukan makanan halal di kota kecil," ujarnya.
Rutenya berlanjut ke Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Laos meninggalkan kesan mendalam karena keramahan penduduknya, meski infrastruktur jalan yang rusak menjadi rintangan.
"Saya sempat mengalami kecelakaan dan terjatuh di Laos. Untungnya hanya cedera ringan sehingga saya bisa kembali melanjutkan perjalanan," kata dia.
Arezoo beristirahat beberapa hari di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali. Jarak sekitar 1.200 hingga 1.300 kilometer itu diperkirakan ditempuh dalam 30 hari.
Setiap hari ia bersepeda sejauh 50 hingga 70 kilometer. Setelah tiga hingga empat hari bersepeda berturut-turut, ia mengalokasikan satu hari penuh untuk memulihkan tenaga.
"Mobil bisa menempuh 100 kilometer dalam waktu sekitar satu jam.
Saya hanya bisa menempuh sekitar 15 kilometer per jam karena menggunakan sepeda dan membawa beban yang berat," kata dia.
Sepeda Arezoo membawa beban hingga 60 kilogram, termasuk tenda, pakaian, alat memasak, dan peralatan berkemah.
Ia lebih memilih mendirikan tenda di malam hari untuk menghemat biaya dan selalu memasak sendiri.
"Perjalanan seperti ini tidak mungkin dijalani tanpa rasa cinta. Kalau hanya dianggap tugas, saya rasa saya tidak akan mampu melakukannya sejauh ini," ujar Arezoo.